45 Peserta Ikuti Diklat Pemandu Geowisata di Labuan Bajo
- 09 Mar 2026 14:54 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Sebanyak 45 peserta mengikuti Diklat Angkatan I Pemandu Geowisata yang digelar Persatuan Pemandu Geowisata Indonesia (PGWI) DPW Labuan Bajo di kawasan Puncak Waringin, Labuan Bajo, 9–10 Maret 2026. Pelatihan ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pemandu wisata guna mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo dan Flores.
Ketua PGWI DPW Labuan Bajo Saverinus Guardi mengatakan peningkatan kualitas pemandu geowisata menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Manggarai Barat.
Menurutnya, pemandu geowisata memiliki peran strategis dalam membantu wisatawan memahami nilai alam, budaya, serta proses terbentuknya bentang alam yang menjadi daya tarik utama daerah tersebut.
“Perkembangan pariwisata harus memberikan dampak positif bagi lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi masyarakat. Karena itu pemandu geowisata harus memiliki kompetensi yang baik,” ujarnya, Senin, 9 Maret 2026.
Ketua Umum Pengurus Nasional PGWI Deni Sugandi mengatakan geowisata merupakan konsep wisata yang memperkenalkan lanskap geologi, bentang alam, serta budaya masyarakat setempat.
Menurutnya, konsep tersebut mengedepankan tiga pilar utama yaitu edukasi, konservasi, dan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Andhy M.T. Marpaung menyebut sekitar 80 persen kunjungan wisatawan di Manggarai Barat masih terpusat di kawasan Taman Nasional Komodo.
Melalui program inovasi daerah yang dikenal sebagai Asma Dewi, pemerintah daerah mendorong wisatawan untuk juga mengunjungi desa-desa wisata di daratan.
“Dengan menata desa wisata, kita tidak hanya menjaga karakter tempat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pariwisata,” ujarnya.
Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng menambahkan pemandu wisata memiliki peran penting dalam memperkenalkan destinasi kepada wisatawan.
Menurutnya, pemandu wisata yang baik harus mampu menyampaikan informasi secara menarik serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.
Melalui kegiatan ini, para pemandu geowisata di Labuan Bajo diharapkan semakin profesional dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Manggarai Barat.