Komunitas Perempuan Dorong Kepercayaan Diri dalam Berkarya
- 18 Feb 2026 11:52 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Komunitas perempuan kreatif terus bertumbuh sebagai ruang aman untuk saling mendukung dan berbagi pengalaman. Kehadiran ruang bersama ini menjadi bagian penting dalam mendorong perempuan lebih percaya diri berkarya di bidang seni, desain, dan industri kreatif.
Inisiator komunitas perempuan kreatif Kartisain, Fay Miftachus menjelaskan bahwa komunitas ini berawal dari pertemuan sederhana yang kemudian berkembang menjadi wadah saling dukung bagi perempuan kreatif. Ia menyebut kebutuhan ruang aman muncul dari pengalaman banyak perempuan yang merasa kurang nyaman di komunitas yang didominasi laki-laki.
“Kartisain awalnya hanya meet up kecil untuk teman-teman kreatif perempuan yang memiliki keresahan serupa. Dari pertemuan itu muncul kesadaran bersama bahwa perempuan membutuhkan ruang aman untuk berkarya dan bertumbuh,” ungkap Fay dalam Program Obrolan Pengarusutamaan Gender RRI Entikong, Senin 16 Februari 2026.
Fay menjelaskan komunitas tersebut kini telah berkembang di beberapa kota dengan kegiatan sederhana seperti pertemuan santai, bekerja bersama di kafe, hingga sesi journaling. Menurutnya, fokus utama bukan hanya profesionalitas, tetapi menghadirkan ruang healing dan pertemanan yang sehat.
“Perempuan butuh tempat untuk didengar, berbagi cerita, dan menambah jejaring tanpa merasa terdiskriminasi. Dari situ rasa percaya diri untuk berkarya akan tumbuh dengan sendirinya,” jelasnya.
Ia mengatakan keberadaan komunitas juga membantu perempuan dari berbagai usia untuk tetap produktif dan terhubung secara sosial. Bahkan, anggota yang telah berkeluarga memanfaatkan komunitas sebagai ruang jeda dari rutinitas domestik sekaligus tempat bertukar pengalaman.
“Ruang aman tidak hanya diciptakan oleh perempuan, tetapi juga membutuhkan dukungan laki-laki di sekitarnya agar perempuan merasa terlindungi dan dihargai. Kolaborasi ini penting supaya perempuan lebih berani hadir di ruang publik kreatif,” ujarnya.
Fay berharap semakin banyak perempuan menemukan lingkungan yang mendukung perkembangan diri tanpa rasa minder. Ia menilai penguatan solidaritas perempuan menjadi kunci lahirnya generasi masa depan yang lebih sehat, percaya diri, dan berdaya.