Guru Diminta Tanamkan Disiplin dengan Empati
- 08 Jan 2026 15:53 WIB
- Entikong
KBRN, Entikong: Peran guru dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan kebersihan kepada siswa perlu dibarengi dengan pendekatan yang penuh empati. Cara ini dinilai lebih efektif agar siswa tidak merasa tertekan, melainkan memahami bahwa disiplin dan kebersihan merupakan bagian penting dari pembentukan karakter sejak usia dini.
Guru UKS SDN 06 Merau, Kecamatan Entikong, Sri Minarti, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kesadaran siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Menurutnya, kebersihan bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, tetapi kebiasaan baik yang perlu ditanamkan secara berkelanjutan.
Dalam praktiknya, kata Minarti, guru tidak cukup hanya memberikan instruksi. Mereka juga harus menjadi teladan bagi siswa. Bahwa pendekatan persuasif, seperti mengajak siswa berdiskusi dan menjelaskan manfaat hidup bersih, jauh lebih efektif dibandingkan penerapan hukuman yang bersifat memaksa.
“Anak-anak perlu diberi pemahaman, bukan tekanan,” ujar Sri Minarti dalam program Entikong Menyapa, Kamis (08/01/2026).
Ia menekankan, empati menjadi kunci utama dalam mendisiplinkan siswa. Guru perlu memahami latar belakang serta kondisi masing-masing anak agar aturan dapat disampaikan dengan bahasa yang lembut dan mudah dipahami, tanpa melukai perasaan siswa.
Lebih lanjut disampaikan Minarti, melalui pembinaan yang humanis, siswa diharapkan tumbuh dengan kesadaran sendiri untuk menjaga kebersihan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan cara ini, sikap disiplin akan terbentuk secara alami karena siswa merasa dihargai dan diperhatikan.
Ia berharap sinergi antara guru, siswa, dan orang tua dapat terus terjalin dengan baik. Dukungan semua pihak dinilai penting agar pendidikan karakter, khususnya kedisiplinan dan kebersihan, berjalan optimal serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, dan ramah bagi semua.