Tips Sehat Mudik di Jalur Perbatasan
- 06 Mar 2026 15:29 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID, Entikong - Pergerakan masyarakat yang melintasi wilayah perbatasan berpotensi membawa berbagai risiko kesehatan. Kondisi tersebut menjadi perhatian khusus terutama di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang menjadi salah satu pintu keluar masuk antara Indonesia dan Malaysia.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Penindakan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan, Dokter Gilda Ditya Asmara mengatakan, aktivitas perjalanan lintas negara yang cukup tinggi menuntut adanya kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan penyakit. Selain itu, mobilitas pelintas yang meningkat menjelang mudik juga memerlukan pengawasan kesehatan yang lebih optimal hal tersebut disampaikan.
“Perlintasan lintas batas seperti di PLBN Entikong menjadi titik yang perlu diawasi karena adanya potensi masuk atau keluarnya penyakit dari satu wilayah ke wilayah lainnya,” kata Dokter Gilda dalam Obrolan Indonesia Sehat RRI Entikong, Jum’at 6 Maret 2026.
Ia menjelaskan pengawasan kesehatan di pintu perbatasan dilakukan melalui berbagai upaya seperti pemantauan kondisi kesehatan pelintas serta pemeriksaan dokumen kesehatan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyebaran penyakit yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
“Pelintas maupun pemudik diharapkan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat sebelum melakukan perjalanan agar tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk tetap menjaga pola hidup sehat selama perjalanan. Hal ini meliputi menjaga asupan makanan, istirahat yang cukup, serta tetap memperhatikan kebersihan diri.
“Pemudik sebaiknya membawa obat-obatan pribadi, menggunakan masker jika sedang kurang sehat, serta menjaga kebersihan tangan selama perjalanan,” ucapnya.
Melalui kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, Gilda berharap perjalanan lintas batas maupun arus mudik dapat berlangsung aman. Upaya tersebut juga menjadi bagian penting dalam mencegah potensi penyebaran penyakit di kawasan perbatasan.