Mengenal Pakasam Ikan Makanan Fermentasi Khas Suku Dayak
- 24 Jan 2026 19:49 WIB
- Entikong
RRI.CO.ID,Entikong - Pakasam ikan merupakan salah satu makanan fermentasi tradisional khas masyarakat Dayak di Kalimantan yang hingga kini masih lestari. Kuliner ini tidak hanya dikenal karena cita rasanya yang khas, tetapi juga karena cara pembuatannya yang mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah dan mengawetkan hasil perikanan sungai.
Proses pembuatan pakasam ikan dimulai dari pemilihan ikan air tawar yang benar-benar segar, seperti patin, baung, atau ikan sungai lainnya. Ikan dibersihkan dari sisik dan isi perut, lalu dicuci hingga bersih dan ditiriskan. Tahapan ini menjadi kunci awal untuk menghasilkan fermentasi yang aman dan berkualitas.
Setelah bersih, ikan dilumuri garam kasar secara merata, termasuk ke bagian dalam. Penggaraman berfungsi sebagai pengawet alami sekaligus pemicu fermentasi. Selanjutnya, ikan dicampur dengan nasi putih matang atau beras sangrai yang telah ditumbuk kasar, yang berperan sebagai sumber karbohidrat bagi bakteri fermentasi.
Ikan yang telah tercampur bumbu kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup rapat dan disimpan di tempat sejuk selama beberapa hari hingga dua pekan. Selama proses fermentasi, rasa ikan akan berubah menjadi asam khas dengan aroma kuat, menandakan pakasam telah matang dan siap diolah.
Dalam tradisi masyarakat Dayak, pakasam jarang dikonsumsi langsung. Olahan ini biasanya digoreng, ditumis dengan cabai dan bawang, atau diolah menjadi sambal pakasam agar rasanya lebih gurih dan aman dikonsumsi. Cara penyajian ini sekaligus memperkaya variasi menu keluarga.
Selain kelezatannya, pakasam ikan memiliki nilai strategis sebagai pangan tahan lama. Metode fermentasi alami tanpa bahan kimia memungkinkan ikan disimpan lebih lama, terutama pada masa hasil tangkapan melimpah atau saat akses pangan terbatas.
Pemerhati kuliner tradisional menilai, cara membuat pakasam ikan khas Dayak memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal unggulan. Dengan pengemasan higienis dan edukasi yang tepat, pakasam dapat dikenal lebih luas sebagai warisan fermentasi Nusantara yang bernilai budaya dan ekonomi.