Minat Komunitas Gim Fakfak Masih Tetap Tinggi
- 07 Nov 2025 12:01 WIB
- Fak Fak
KBRN, Fakfak : Pengurus Besar Elektronik Sports Indonesia (PB ESI) Kabupaten Fakfak terus berupaya mengembangkan potensi atlet e-sports di daerah. Ketua PB ESI Fakfak, Alexander Tansil, mengatakan bahwa saat ini minat komunitas game di Fakfak masih cukup tinggi meskipun beberapa jenis permainan mengalami penurunan tren. “Untuk saat ini, setiap komunitas-komunitas game itu ada mulai peningkatan. Tapi memang, di dunia game itu kan ada masanya,” ujarnya.
Menurut Alexander, salah satu contoh adalah gim PUBG Mobile yang sempat populer dan sering dipertandingkan, namun kini mengalami penurunan peserta. Hal ini disebabkan oleh faktor teknis, seperti kebutuhan perangkat yang memadai. “Game seperti PUBG itu membutuhkan handphone dengan kapasitas penyimpanan yang besar. Jadi anak-anak usia 17-an agak kesulitan membeli handphone yang cukup mahal,” jelasnya.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa antusiasme terhadap dunia e-sports di Fakfak masih tetap tinggi. Komunitas-komunitas gamer lainnya, terutama pemain Mobile Legends, masih aktif mengikuti berbagai turnamen yang digelar baik di tingkat daerah maupun luar daerah. “Kalau yang ini ya tetap antusias kayak kemarin-kemarin aja,” tambahnya.
Melihat dinamika tersebut, PB ESI Fakfak terus berupaya melakukan regenerasi pemain. Turnamen seperti Kejuaraan Esports Bupati Cup 2025 menjadi ajang penting untuk menjaring bibit-bibit baru yang berpotensi mewakili Fakfak di level lebih tinggi. “Makanya dengan adanya Kejuaraan Esports Bupati Cup 2025, kita bisa cari lagi atlet-atlet yang bisa berpotensi untuk ke tingkat selanjutnya,” ujar Alexander.
Lebih lanjut, Alexander mengungkapkan bahwa sejumlah pemain asal Fakfak telah berhasil menorehkan prestasi di ajang bergengsi. Salah satunya melalui cabang Mobile Legends dalam turnamen Gubernur Cup di Manokwari, di mana tim dari Fakfak berhasil meraih juara tiga. “Itu kan tingkat untuk, bukan provinsi sih sebenarnya, karena ada undangan juga dari beberapa daerah luar,” katanya.
PB ESI Fakfak berharap, melalui pembinaan berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, para pemain e-sports muda dapat terus berkembang. Turnamen seperti Bupati Cup dinilai menjadi wadah strategis untuk menumbuhkan minat, memperkuat solidaritas komunitas, serta mengangkat nama Fakfak di kancah nasional. “Kita ingin dari Fakfak juga bisa melahirkan atlet e-sports yang bersaing di tingkat nasional,” pungkas Alexander.