Disdikpora Fakfak Tekankan Kesiapan Hadapi TKA
- 02 Mar 2026 11:34 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Fakfak - Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) jenjang SMP/MTs, SMA, MA dan SMK se-Kabupaten Fakfak tahun 2026 resmi dibuka di Aula LPP RRI Fakfak. Kegiatan tersebut dihadiri para kepala sekolah, proktor, teknisi, serta perwakilan satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Kepala Bidang Pembinaan SD yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak, Safarudin Bauw, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ANBK bukan hal baru bagi satuan pendidikan. “TKA maupun ANBK, kita sudah tahu, apalagi ANBK yang sudah sering tiap tahun menjadi konsumsi praktek dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbeda dengan ANBK yang sudah rutin dilaksanakan, TKA merupakan program baru yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. “Sedangkan TKA yang kita tahu itu adalah sebuah program baru dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. Salah satu syarat katanya tidak wajib, tetapi harus diikuti,” katanya.
Safarudin menerangkan, TKA memiliki fungsi validasi pada setiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SMA, hasil TKA nantinya akan divalidasi di perguruan tinggi, sedangkan untuk SMP/MTs akan menjadi bahan pertimbangan pada SMA atau SMK yang dituju siswa. Ia menegaskan pentingnya pemahaman teknis agar pelaksanaan ke depan berjalan optimal.
Dalam kesempatan itu, ia mendorong peserta bimtek aktif berdiskusi selama dua hari pelaksanaan kegiatan. “Alhamdulillah Bapak Ibu hadir di sini mewakili satuan pendidikan. Hari ini, pekerjaan Bapak Ibu dari pagi sampai sore menyiapkan pertanyaan sebanyak-banyaknya. Kebetulan yang datang ini memang hebatnya Papua Barat, jadi harus bertanya terus dan berdiskusi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar pengalaman pelaksanaan ANBK tahun sebelumnya dijadikan bahan evaluasi, termasuk bagi SMA yang telah lebih dulu melaksanakan TKA. “Supaya nanti kemudian di TKA tahun depan bisa dilaksanakan dengan baik,” tambahnya.
Menurutnya, secara substansi TKA dan ANBK memiliki kemiripan. ANBK dilaksanakan pada kelas 5, 8, dan 12 dengan fokus literasi dan numerasi, sedangkan TKA menyasar kelas akhir sebagai bentuk pengukuran capaian kompetensi siswa. “Saya pikir mirip-mirip, 11-12 saja TKA sama ANBK. Pada dasarnya untuk mengukur sejauh mana kemampuan anak,” ujarnya.
Safarudin juga menyoroti tantangan kesiapan satuan pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Fakfak saat ini menjadi sorotan, khususnya pada jenjang SMA. “Fakfak itu salah satu sekarang menjadi sorotan, khusus untuk SMA yang nanti keluar ke perguruan tinggi, banyak yang tidak diterima. Begitu juga di SMP ke SMA, banyak yang belum bisa baca. Itu kenyataan lapangan,” ungkapnya.
Ia berharap melalui ANBK dan TKA, para proktor, teknisi, dan tenaga pendidik dapat menyusun strategi pembelajaran yang tepat agar kompetensi siswa meningkat. “Banyak-banyak kasih semangat untuk satuan pendidikan, karena mereka gerbang terdepan. Tingkat kelulusan itu bukan hanya diukur dari apa yang siswa pahami, tapi bagaimana mereka mempraktikkan sebagai tolak ukur kemampuan kompetensi yang nanti akan dilakukan pada tes kompetensi akademik,” tutupnya.