Ashilla Kembali dengan “Hancur Dulu” yang Introspektif

  • 26 Feb 2026 13:23 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo: Setelah enam tahun vakum dari industri musik, Ashilla kembali menyapa pendengar lewat single terbarunya bertajuk “Hancur Dulu”. Lagu ini menjadi karya yang sarat perenungan, menggambarkan proses batin saat ia berusaha memahami dirinya secara lebih jujur. Alih-alih menunjuk kesalahan pihak lain, lagu tersebut menyoroti fase ketika seseorang mulai meragukan gambaran ideal tentang dirinya sendiri dan berani mempertanyakan keyakinan yang selama ini diyakini.

“Hancur Dulu” merekam masa penyangkalan yang kerap hadir tanpa disadari—ketika rasa takut, kebimbangan, hingga tekanan untuk berubah dianggap sebagai bagian wajar dari proses pendewasaan. Melalui lirik yang tenang namun apa adanya, Ashilla mengajak pendengar memasuki ruang refleksi personal, menyadari bahwa tidak semua luka harus dibenarkan atau diterima begitu saja sebagai kebenaran mutlak.

Ashilla mengungkapkan bahwa lagu ini menjadi karya pertamanya yang ia tulis sendiri secara penuh dari sisi lirik. Baginya, “Hancur Dulu” lahir dari kegelisahan pribadi serta momen tersadar setelah mendapat pandangan jujur dari orang-orang terdekat. Ia menyadari bahwa di balik niat baik yang ia rasakan, ada sisi-sisi dirinya yang tanpa sadar justru melukai orang lain. Kejujuran inilah yang kemudian menjadi fondasi utama lagu tersebut.

Dari segi musikal, lagu ini diproduseri oleh Rifan Kalbuadi, yang sebelumnya dikenal lewat karya seperti “Gala Bunga Matahari”, “Kekal”, dan “Semua Aku Dirayakan”. Aransemen pop-folk yang intim dan sederhana dipilih untuk memberi ruang pada setiap kata agar terasa lebih personal. “Hancur Dulu” tidak menawarkan solusi instan, melainkan menghadirkan perjalanan sunyi untuk berhenti sejenak, menilai diri, dan membuka kemungkinan menuju versi diri yang lebih baik.

Dalam proses kreatifnya, Ashilla juga terinspirasi oleh keberanian Olivia Rodrigo dalam menulis lagu yang apa adanya dan tidak menutupi kekurangan pribadi. Semangat kejujuran itu ia coba terapkan dalam “Hancur Dulu”, menjadikannya sebagai pengingat bahwa kesadaran diri sering kali lahir dari kebingungan dan kegamangan. Lagu ini pun ditujukan bagi siapa saja yang tengah berada di titik persimpangan hidup, belajar menerima kekurangan diri meski prosesnya terasa menyakitkan.

Perjalanan karier Ashilla sendiri dimulai sejak kecil saat mengikuti ajang pencarian bakat “Idola Cilik” pada 2008. Namanya semakin dikenal ketika bergabung dengan girlband Blink pada 2011, sekaligus membintangi sinetron “Putih Abu-Abu”. Setahun kemudian, ia memilih bersolo karier dan merilis single perdana “#BIEB”. Ia juga mengisi soundtrack film “Me & You vs. The World” lewat lagu “Me & You”, serta terus mengembangkan kemampuannya sebagai penulis lagu, termasuk pada single “Utuh” dan kolaborasinya bersama Budi Doremi di lagu “Tentang Dia” pada 2020. Kini, melalui “Hancur Dulu”, Ashilla menandai babak baru perjalanan bermusiknya dengan pendekatan yang lebih matang dan personal.

Rekomendasi Berita