Mahasiswa DKV Unisan Gorontalo Sukses Gelar Pameran Karya

  • 19 Des 2025 21:59 WIB
  •  Gorontalo

KBRN, Gorontalo: Mahasiswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Ichsan Gorontalo sukses menggelar pameran karya bertajuk Mopobibi 2025 pada 18–20 Desember 2025 di pelataran Universitas Ichsan Gorontalo.

Pameran yang telah diselenggarakan secara rutin setiap tahun ini menjadi agenda keempat pelaksanaannya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Mopobibi menjadi wadah konsisten bagi mahasiswa DKV untuk menampilkan kreativitas dan karya seni visual.

Ketua Panitia Mopobibi 2025, Nia Mayang, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperluas ruang apresiasi masyarakat terhadap karya mahasiswa DKV.

“Tujuan kami untuk memperluas jangkauan apresiasi masyarakat terhadap kreativitas mahasiswa DKV,” ujar Nia saat diwawancarai, Kamis (18/12/2025).

Beragam karya ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari nirmana, ilustrasi digital, desain grafis, hingga fotografi. Karya nirmana yang dipamerkan pun beragam, mulai dari string art hingga nirmana berbahan kayu.

“Karya yang kami tampilkan ada nirmana, mulai dari string art sampai nirmana kayu, serta karya digital berupa ilustrasi dan fotografi,” jelas Nia.

Terkait pendanaan, Nia menyebutkan bahwa kegiatan ini didukung melalui iuran kepanitiaan yang dikumpulkan secara kolektif, sponsor, serta dukungan dari dosen Jurusan DKV Universitas Ichsan Gorontalo.

“Alhamdulillah, selain dari uang kepanitiaan yang kami kumpulkan sendiri, kami juga mendapat dukungan dari sponsor dan dosen-dosen,” pungkasnya.

Salah satu peserta pameran, Randa Gobel, mahasiswa Jurusan DKV, mengaku antusias dapat berpartisipasi dalam Mopobibi 2025. Menurutnya, pameran ini menjadi ruang kebebasan berekspresi melalui karya seni.

“Saya sangat senang bisa menampilkan karya. Ada dua jenis karya yang saya pamerkan, yaitu karya digital dan karya contemporary art. Karya contemporary art berjudul Maryada berbentuk buku yang terlilit tali, yang merepresentasikan pembungkaman terhadap buku-buku pada tahun 1998,” ungkap Randa.

Melalui karyanya, Randa berharap kebebasan berekspresi dalam seni dapat terus dijaga dan diapresiasi di berbagai ruang.

Reporter : Desriansyah Machmud

Rekomendasi Berita