UNG Kukuhkan Lima Guru Besar Baru
- 03 Feb 2026 13:58 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menambah jajaran pakar di lingkungannya. Hal ini ditandai dengan digelarnya Sidang Terbuka Senat dalam rangka orasi ilmiah dan pengukuhan lima guru besar tetap yang berlangsung di Auditorium UNG, Selasa 3 Februari 2026.
Rektor UNG, Eduart Wolok, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian para dosen tersebut. Menurutnya, kehadiran para ilmuwan baru ini menjadi modal kuat bagi universitas untuk memberikan dampak yang lebih luas di masa depan.
"Hari ini UNG mengukuhkan lima orang guru besar, artinya kita ketambahan ilmuwan baru. Saat ini, jumlah guru besar yang dimiliki UNG mencapai 78 orang," kata Eduart dalam sambutannya.
Eduart menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni kenaikan jabatan akademik. Lebih dari itu, ia memandang para guru besar sebagai simbol lahirnya cendekiawan yang harus menjadi kompas moral dan ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Ia menilai, kehadiran para pakar baru ini akan memperkuat fondasi keilmuan UNG di berbagai lini strategis, mulai dari bidang humaniora hingga teknologi.
"Menjadi guru besar berarti telah mencapai level tertinggi dalam pencapaian ilmu. Pada tahap ini, seorang akademisi diharapkan tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga menjadi teladan dan memiliki dedikasi besar untuk mengabdi kepada bangsa," tambahnya.
Rektor juga berharap keberhasilan ini dapat memotivasi generasi akademisi berikutnya untuk terus konsisten dalam meraih jabatan akademik tertinggi. Dengan meningkatnya jumlah guru besar, daya saing UNG diharapkan semakin kuat di tengah kompetisi perguruan tinggi yang kian dinamis.
"Keberadaan guru besar menjadi modal strategis bagi UNG untuk memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat," pungkas Eduart.
Adapun kelima guru besar yang dikukuhkan tersebut adalah Prof. Dakia Djou, Prof. Sardi Salim, Prof. Suleman Bouti, Prof. Asna Ntelu, dan Prof. Frida Maryati Yusuf.