UNG Buka Pendidikan Dokter Spesialis Anestesi
- 04 Mar 2026 09:24 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali mencatat capaian penting dalam pengembangan pendidikan tinggi di kawasan timur Indonesia. Melalui Fakultas Kedokteran, UNG resmi membuka Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif yang ditandai dengan peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Subspesialis untuk wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Peluncuran program tersebut dihadiri Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili, serta Rektor UNG Eduart Wolok, disaksikan civitas akademika dan para pemangku kepentingan, bertempat di Ballroom TC Damhil UNG pada Selasa 3 Maret 2026.
Rektor UNG Eduart Wolok menyebut pembukaan program tersebut sebagai capaian yang sangat spesial. Menurutnya, kepercayaan dari Kemdiktisaintek menjadikan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
“UNG menjadi prodi kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Ia menilai pembukaan program spesialis ini sangat strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis di Gorontalo dan kawasan Teluk Tomini. Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia masih terbatas dan terpusat di beberapa perguruan tinggi.
Dengan hadirnya PPDS di UNG, diharapkan pemenuhan tenaga kesehatan spesialis di daerah dapat dipercepat, terutama untuk wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis.
Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi menyampaikan apresiasi atas capaian UNG. Ia menegaskan pembukaan program ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Kehadiran program tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan kedokteran, tetapi juga memperkuat peran UNG sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan di kawasan timur Indonesia, serta berdampak langsung pada peningkatan layanan kesehatan masyarakat.