Java Jazz Festival 2026 Memulai Babak Baru di Venue Strategis NICE PIK

  • 12 Mar 2026 12:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyelenggaraan Java Jazz Festival tahun ke-21 secara resmi akan berpindah lokasi ke area NICE PIK mulai tahun ini. Langkah besar ini diambil guna memberikan pengalaman menonton yang jauh lebih baik bagi para seluruh penggemar musik jazz.

Pihak penyelenggara merasa bahwa perpindahan lokasi merupakan kebutuhan mendesak untuk mengeksplorasi potensi ruang yang jauh lebih luas. Hal ini disampaikan oleh President Director Java Festival Production, Dewi Gontha.

“Kita pindah ke NICE tahun ini, sebuah move yang sangat besar dan memang harus kita lakukan saat ini,” ujarnya. Dewi Gontha menegaskan perpindahan ini bertujuan agar tim dapat melakukan sesuatu yang jauh lebih baik nantinya.

Ia mengatakan, ruang yang lebih luas di lokasi baru memungkinkan penyelenggara untuk menghadirkan konsep acara yang jauh lebih menarik. Pihak Java Jazz bisa mengeksplor dengan space venue lebih besar.

“Mengeksplor venue baru bersama-sama dengan para penonton,” katanya. Keputusan ini juga didasari oleh keinginan untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi para pengunjung yang hadir setiap tahunnya.

Ia mengatakan, area baru ini diharapkan mampu menampung antusiasme ratusan ribu penonton. Di mana mereka selalu memadati festival musik internasional tersebut.

Pihak Java Jazz Festival telah menyiapkan berbagai solusi transportasi publik untuk mempermudah akses bagi seluruh penonton yang ingin datang. Kolaborasi dengan pihak transportasi publik dilakukan secara intensif demi memastikan kelancaran arus penonton menuju lokasi acara tersebut.

“Kita sudah kerja sama dengan Big Bird untuk mengadakan shuttle walaupun jumlahnya memang masih terbatas nantinya,” ucapnya. Selain itu, kerja sama dengan TransJakarta juga dilakukan untuk menyediakan layanan shuttle di beberapa titik keramaian tertentu.

Penyelenggara nantinya, kata dia, akan melakukan survei untuk menentukan titik mana yang paling banyak membutuhkan layanan transportasi tambahan bagi pengunjung. “Jujur kita nanti akan polling titik mana yang paling ramai sehingga kita bisa memastikan titik mulainya tersebut,” katanya.

Dewi juga menambahkan bahwa akses commuter line menuju arah bandara dapat dimanfaatkan oleh para calon pengunjung festival. Tim sedang melakukan pendekatan dengan pihak terkait untuk menyediakan angkutan lanjutan dari stasiun menuju lokasi utama festival.

“Kita sedang approach lagi pihak ketiga untuk shuttle teman-teman dari commuter line di area bandara tersebut,” ujarnya. Ia juga mengatakan segala masukan dari media sosial telah didengarkan oleh tim untuk mencarikan solusi terbaik bagi seluruh para penggemar.

Penyelenggara berkomitmen bahwa perjalanan menuju lokasi baru tidak akan menyulitkan bagi mereka yang menggunakan sarana transportasi publik.

“Harusnya menjadi experience yang lebih menyenangkan, jadi teman-teman tidak usah lagi menyetir sendiri menuju lokasi acara,” katanya.

Menurutnya, penggunaan transportasi publik dianggap sebagai solusi yang sangat efisien untuk mempermudah pergerakan penonton pulang dan pergi. Lokasi ICE BSD yang sering dianggap jauh sebenarnya memiliki aksesibilitas yang sangat baik jika dikelola dengan benar.

“Untuk mempermudah teman-teman ke tempat yang katanya dianggap jauh. Padahal sebenarnya tidak jauh juga seperti itu,” ucapnya.

Kenyamanan penonton, katanya, menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan perencanaan festival musik jazz terbesar di Indonesia ini. Dengan ruang yang lebih luas, Java Jazz kini memiliki kesempatan untuk menggandeng lebih banyak pihak ketiga kreatif.

Tawaran Eksklusif MyBCA untuk Java Jazz 2026

Pihak BCA secara resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan Java Jazz Festival sebagai sponsor utama pada tahun ini. Senior Vice President of Marketing Communication BCA Norisa Saifuddin menyatakan kerja sama ini merupakan sebuah kebanggaan besar bagi MyBCA untuk mendukung industri musik.

BCA menganggap Java Jazz Festival sebagai ikon festival musik internasional yang memiliki konsistensi luar biasa dalam membangun ekosistem seni. “Terus terang kami senang sekali diberikan kesempatan pada akhirnya berkolaborasi dan menjadi bagian dari International Java Jazz,” ujarnya.

BCA melihat bahwa festival ini memiliki relevansi yang sangat kuat bagi para nasabah dari berbagai lintas generasi. Konsistensi penyelenggaraan sejak tahun dua ribu lima menjadi alasan utama bagi BCA untuk turut berpartisipasi dalam acara ini.

“Saya mencoba mencari jenama festival musik yang lebih konsisten dari Java Jazz dan saya belum bisa menemukannya,” katanya. Norisa juga menambahkan semangat yang dibawa oleh Java Jazz sangat sejalan dengan profil nasabah setia dari BCA.

Sebanyak 60 puluh persen nasabah BCA saat ini merupakan kalangan muda yang berada di bawah usia tiga puluh tahun. Untuk itu ia optimis Java Jazz mampu mempertahankan relevansi dan juga beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Melalui MyBCA pihak bank ingin memberikan pengalaman transaksi yang jauh lebih mudah dan menyenangkan bagi seluruh penonton. Sebagai bagian dari dukungan tersebut BCA telah menyiapkan berbagai program promo tiket yang sangat menarik bagi para nasabah.

“Kalau sudah urusan bank rasanya tidak ada diskon-diskon spesial itu rasanya menjadi kurang seru bagi kami semuanya,” ujarnya. Nasabah, kata dia, dapat menikmati promo beli satu dapat dua tiket untuk kategori daily pass yang menggunakan MyBCA tersebut.

Program ini berlaku untuk pembayaran menggunakan kartu kredit BCA debit BCA maupun virtual account yang tersedia dalam aplikasi. “Kami memberikan benefit beli satu dapat dua tiket untuk pembelian daily pass bagi para nasabah setia kami,” katanya.

Selain promo tiket harian nasabah juga bisa mendapatkan potongan harga sebesar 10 persen untuk kategori special show. Penawaran ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat untuk menyaksikan penampilan musisi internasional favorit mereka di panggung utama festival.

“Ada juga tambahan potongan harga sepuluh persen untuk pembelian tiket special show bagi pengguna setia kartu kredit,” ucapnya. Tidak hanya itu BCA juga menyediakan fasilitas cicilan 0 persen untuk jangka waktu tiga bulan bagi nasabah.

Fasilitas cicilan ini berlaku untuk minimal transaksi sebesar Rp500 ribu bagi pengguna kartu kredit BCA tersebut. “Benefit lainnya adalah cicilan 0 persen dengan tenor 3 bulan untuk transaksi minimal lima ratus ribu rupiah saja,” ujarnya.

Seluruh program promo ini dirancang untuk memberikan nilai tambah bagi para pecinta musik jazz di tanah air. Norisa meyakini bahwa kemudahan pembayaran akan meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hadir dan meramaikan festival musik akbar ini.

Rekomendasi Berita