Rela Rogoh Kocek Demi 'Game'
- 12 Feb 2026 16:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Banyak pemain game atau ‘gamer’ rela mengeluarkan uang untuk membeli berbagai item dalam game, seperti skin, hingga top up diamond. Alasan mereka beragam, mulai dari hobi hingga gengsi di dalam komunitas.
Salah satu gamer, Dian mengaku, rutin memainkan game ‘Mobile Legends’. Meski rutin bermain, ia menyebut pengeluarannya sejauh ini masih terkontrol dengan baik.
“Kalau aku sih masih bisa kontrol (pengeluaran untuk game). Masih di bawah Rp500.000 lah per bulan,” ujar Dian, saat diwawancara Pro 3 RRI, Kamis, 12 Februari 2026.
Menurut Dian, pengeluaran masing-masing gamer, biasanya tergantung event dalam game yang dimainkan. Kolaborasi dengan karakter popular, lanjutnya, sering memicu keinginan untuk membeli.
“Kalau kolaborasi sama karakter yang kita suka, pasti pengin punya,” katanya. Ia mencontohkan saat Mobile Legends berkolaborasi dengan Transformers dan SpongeBob.
Untuk mendapatkan skin figur tertentu, pemain harus membeli diamond. Nilainya bahkan bisa mencapai lebih dari satu juta rupiah.
“Diamond itu kalau dirupiahkan bisa sampai satu juta lebih,” ucap Dian. Skin tersebut, lanjutnya, tidak bisa dijual kembali, kecuali si pemain menjual akunnya.
Dian mengakui ada kepuasan tersendiri saat memiliki item langka. Apresiasi dari teman sesama pemain sering kali menjadi dorongan kuat.
“Kalau lagi main terus ada yang bilang skin-nya bagus, rasanya senang,” ucapnya. Pengakuan itu membuat pemain merasa dihargai.
Namun, ia tak menampik pernah merasa kebablasan dalam berbelanja. Pengeluaran yang berlebih, kadang membuatnya berpikir ulang.
“Kadang mikir juga, ini kebanyakan deh,” katanya. Meski begitu, ia mengaku tidak sampai menyesal.
Kemudahan dalam melakukan transaksi secara digital, diakuinya turut mendorong peningkatan belanja game. “Nominalnya mungkin kecil seperti Rp20.000, tapi itu terasa ringan,” katanya.
Secara pribadi, Dian merasa pengeluaran untuk belanja game belum sepadan dengan kesenangan yang didapatkan. Ia menyebut kesenangan dari belanja item di game hanya sesaat saja.
“Senangnya cuma sebentar, habis itu biasa lagi,” ujarnya. Meski begitu, ia tetap menikmati bermain game sebagai hiburan.