Illustrated Ramadan Jakarta 2026 Tampilkan Karya Ilustrasi Bertema Ramadan
- 07 Mar 2026 11:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO,ID, Jakarta - Illustrated Ramadan Jakarta 2026 resmi dibuka di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026. Acara ini menandai dimulainya rangkaian perayaan Ramadan berbasis ilustrasi dan desain yang berlangsung selama sepuluh hari hingga 15 Maret 2026.
Kegiatan IRJ 2026 menampilkan karya ilustrator dari dalam dan luar negeri dengan berbagai perspektif visual mengenai nilai Ramadan. Berbeda dari perayaan Ramadan pada umumnya, acara ini menawarkan pengalaman yang lebih terkurasi dan reflektif melalui pendekatan visual modern.
Inisiator Illustrated Ramadan Jakarta Yoga Prathama menyebut acara tersebut dibuat sebagai wadah bagi konten kreatif bernuansa Islam. Ia menilai belum banyak platform yang menghadirkan karya seni Islam kreatif seperti Islamic Art Move Fair atau Islamic Art Festival yang banyak ditemukan di Timur Tengah.
Ia menjelaskan penyelenggara mencoba menghadirkan konsep serupa di Indonesia dengan memulai dari bidang ilustrasi sebagai langkah awal. Menurutnya, komunitas ilustrator yang sebelumnya terlibat juga memiliki kedekatan karena pernah berkolaborasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebelumnya.
Yoga mengatakan dari situ penyelenggara melihat banyak ilustrator yang membuat karya membawa unsur serta kultur Islam dalam karyanya. Karena itu mereka memutuskan membuat acara khusus dengan tema islami agar para seniman dapat menampilkan karya yang lebih terarah.
“Jadi pas kita bikin JICAF, kita ngeliat, oh ternyata banyak ya teman-teman ilustrator ini yang membuat karya, membawa kultur islam. Akhirnya kita merasa kayak daripada ini jadi acara yang terlalu general, kita bikin nih acara yang memang tematik secara tema islami,” ujarnya sebelum pembukaan Illustrated Ramadhan Jakarta dimulai di SPAC8, ASHTA District 8, SCBD, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Ia menambahkan sebanyak 31 seniman lokal terlibat dalam Illustrated Ramadan Jakarta tahun ini dengan beragam karya ilustrasi. Karya yang dipamerkan tidak hanya untuk dilihat pengunjung, tetapi juga dapat dibeli dalam berbagai bentuk, termasuk karya original maupun cetakan digital.
Sementara itu, salah satu Travel Ilustrator Nugraha Pratama memperkenalkan sejumlah karya ilustrasi yang dipamerkan dalam kegiatan bertema Ramadan tersebut. Ia mengatakan bahwa ia membawa tiga buku, tiga art print A3, satu art print spesial, serta beberapa kartu pos untuk ditampilkan.
Ia menjelaskan dirinya dikenal sebagai travel illustrator yang membuat karya jurnal perjalanan melalui gambar saat berkunjung ke berbagai tempat. Menurutnya, karena memiliki dasar ilustrasi, ia lebih banyak menggambar dibandingkan menulis untuk menceritakan pengalaman perjalanannya.

Nugraha mengatakan karya yang dibawa kali ini banyak berkisah tentang perjalanan umrohnya ke Arab Saudi sekitar satu tahun lalu. Ia menggambarkan pengalaman mengunjungi Mekkah dan Madinah, termasuk cerita tentang beberapa masjid di Madinah selain Masjid Nabawi.
“Gue bawa tentang cerita gue trip ke Saudi Arabia, buat umroh, persis satu tahun lalu lah. Jadi gue ke Mekah Madinah, dua kota yang jadi kota sucinya umat Islam, disitu gue nyeritain beberapa perjalanan gue disitu,” ucapnya.
Ia menambahkan karya ilustrasinya dibuat menggunakan teknik cat air yang kemudian disusun kembali secara digital sebelum dicetak. Menurutnya, hasil cetakan menggunakan teknik fine art printing museum grade dengan kertas premium sehingga kualitas tampilannya tetap menyerupai karya asli.
Selama sepuluh hari penyelenggaraannya, IRJ akan menghadirkan berbagai program yang dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati tetapi juga mengalami langsung. Area pameran menjadi ruang eksplorasi visual yang mengajak pengunjung memahami makna di balik karya serta interpretasi Ramadhan para ilustrator.
Selain pameran, IRJ juga menghadirkan ruang interaksi yang mempertemukan publik dengan kreator melalui sesi diskusi dan aktivitas partisipatif. Setiap harinya kegiatan ditutup dengan momen berbuka puasa bersama yang menghadirkan suasana intim serta memperkuat nilai refleksi Ramadhan.