NASA Uji Teknologi CryoFILL untuk Produksi Bahan Bakar di Bulan
- 11 Mar 2026 10:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington - NASA saat ini tengah merancang proyek CryoFILL (Cryogenic Fluid In-Situ Liquefaction for Landers). Proyek ini dirancang untuk memecahkan tantangan berupa berat bahan bakar bagi misi luar angkasa.
CryoFILL, mengutip laman resminya, berpotensi mengubah cara NASA mengisi bahan bakar pesawat di masa depan. Proyek ini juga diprediksi dapat mengurangi biaya dan memperpanjang durasi operasi di permukaan planet.
Selama ini, roket harus membawa seluruh bahan bakar dari Bumi untuk perjalanan pergi dan pulang. Namun, semakin banyak bahan bakar, semakin berat beban roket, akhirnya membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk lepas landas.
Untuk memutus siklus ini, ilmuwan NASA mengembangkan cara untuk memproduksi dan mengisi bahan bakar langsung di permukaan Bulan. “Jika kita dapat memproduksi dan meliquefaksi oksigen di Bulan atau Mars, kita dapat mengisinya di tempat mendarat,” kata Manajer Proyek CryoFILL, Evan Racine.
Teknologi CryoFILL memungkinkan pengalihan gas dari es di kutub Bulan menjadi bahan bakar cair yang sangat dingin (kriogenik). Melalui proses pencairan, oksigen dan hidrogen akan didinginkan agar bisa disimpan dalam bentuk cair di tangki pendarat.
Tim mensimulasikan kondisi di Bulan untuk melihat bagaimana cairan kriogenik berpindah di dalam tangki dalam kondisi gravitasi rendah. Salah satu tantangan utama adalah memindahkan bahan bakar tanpa menyebabkan penguapan yang berlebihan.
Selain CryoFILL, NASA juga menguji alat bernama Radio Frequency Mass Gauge (RFMG). Di Bumi, mengukur sisa bensin di tangki mobil sangat mudah karena adanya gravitasi.
Namun di ruang angkasa, bahan bakar melayang dan menempel di dinding tangki. RFMG menggunakan gelombang radio untuk mendeteksi seberapa banyak bahan bakar yang tersisa.