Wahana Dragonfly NASA Masuk Tahap Uji Sistem untuk Misi Eksplorasi di Titan

  • 11 Mar 2026 11:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Maryland - Proyek NASA untuk mengirim drone raksasa ke bulan terbesar Saturnus, Titan, kini memasuki babak baru. Misi Dragonfly secara resmi memulai tahap integrasi dan pengujian sistem di Laboratorium Fisika Terapan (APL) Johns Hopkins, Maryland.

Tahapan ini berupa penyatuan komponen-komponen canggih menjadi satu kesatuan wahana terbang yang utuh. Awalnya, tim berfokus pada pengujian daya dan fungsionalitas Integrated Electronics Module (IEM) dan Power Switching Units (PSU).

IEM sendiri sering disebut sebagai "otak" dari wahana Dragonfly. Komponen ini merupakan sebuah unit efisien yang mengelola komando, penanganan data, navigasi, hingga komunikasi.

Dalam uji coba terbaru, keduanya berhasil terhubung ke sistem pengabelan utama dan lulus pemeriksaan layanan daya pertama. "Pencapaian ini pada dasarnya menandai kelahiran sistem penerbangan kami," ujar Peneliti Utama Dragonfly dari APL, Elizabeth Turtle.

Diketahui, dragonfly bukanlah drone biasa. Wahana ini memiliki tenaga nuklir seukuran mobil.

Dragonfly dirancang untuk menjelajahi berbagai lokasi di Titan guna mempelajari kimia, geologi, dan atmosfer bulan tersebut. Misi utama Dragonfly adalah mencari jawaban atas asal-usul kimiawi kehidupan di luar Bumi.

Rotor Dragonfly akan menempuh jarak sekitar 115 km melintasi Titan selama misi berdurasi 3,3 tahun. Kemudian, ia berhenti untuk mengeksplorasi berbagai area geologis menarik di sepanjang perjalanan, termasuk gurun pasir dan Kawah Selk.

Dragonfly diperkirakan akan melakukan satu kali penerbangan setiap 1–2 hari di Titan. Satu hari di Titan disebut Tsol, yang berlangsung sekitar 16 hari di Bumi.

Rekomendasi Berita