Kapan Lebaran 2026? Simak Prakiraan BRIN dan BMKG

  • 12 Mar 2026 20:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kedua lembaga Indonesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan BMKG akan turut menentukan tanggal Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Prediksi Ramadan maupun Idulfitri ditentukan berdasarkan perhitungan astronomis terkait posisi hilal.

Penetapan lebaran 2026 secara nasional akan ditetapkan pada sidang isbat Kamis, 19 Maret 2026. Lantas apakah perbedaan prediksi antara BRIN dan BMKG soal lebaran 2026?

  • Prediksi BRIN soal Lebaran 2026

Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, memprediksi lebaran 2026. Ia mengatakan bahwa lebaran berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

Secara astronomi, pada Kamis, 19 Maret 2026 nanti posisi hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMIS. Hal itu, terlihat pada peta perhitungan yang masih melintasi wilayah Asia Tengah.

"Fakta astronomi, pada saat Maghrib 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara, hilal belum memenuhi kriteria baru MABIMS. Ditunjukkan pada kurva kuning yang melintasi Asia Tengah," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 12 Maret 2026.

Sebagai informasi, kriteria MABIMS sejak 2021/2022, bulan awal hijriah ditetapkan jika tinggi hilal. Yaitu minimal 3 derajat danelongasi 6,4 derajat.

Dengan kondisi tersebut, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Namun, i ia mengatakan keputusan tanggal lebaran masih harus menunggu sidang isbat

"Maka 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada 21 Maret 2026. Akan menunggu keputusan sidang isbat," ujarnya.

  • Prediksi BMKG soal Lebaran 2026

Jika BRIN telah mengeluarkan prediksi lebaran 2026, BMKG baru mengeluarkan prediksi hilal pada 19 Maret nanti. Data tersebut tercatut dalam dokumen 'Informasi Prakiraan Hilal saat Matahari Terbenam Tanggal 19 Maret 2026.

Konjungsigeosentrik atau Konjungsi atau Ijtima adalah peristiwa ketika bujurekliptika bulan sama dengan bujurekliptika matahari. Hal ini ditandai dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi, peristiwa ini akan kembali terjadi pada:

1. Hari Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 01.23.23 UT

2. atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 08.23.23 WIB

3. atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 09.23.23 WITA

4. atau Kamis, 19 Maret 2026 M, pukul 10.23.23 WIT.

Berdasarkan data tersebut, BMKG mengatakan penentuan awal Syawal di Indonesia akan dilakukan pada 19 Maret mendatang. "Secara astronomis pelaksanaan rukyat Hilal penentu awal bulan Syawal 1447 H bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuannya," tulis BMKG.

Sidang isbat adalah sidang penentuan lebaran 2026 yang diadakan oleh Kementerian Agama. Sidang ini melibatkan representasi luas umat, mulai dari ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS, Al-Irsyad Al-Islamiyyah, dan Hidayatullah.

Adapun Persatuan Umat Islam (PUI), hingga pakar falak dan astronomi dari berbagai lembaga. Seperti BMKG, BRIN, Planetarium, dan observatorium astronomi.

Rekomendasi Berita