Kenali Empat Jenis Charging Station Kendaraan Listrik Indonesia
- 14 Mar 2026 16:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tren penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat seiring perluasan infrastruktur pengisian daya. Namun banyak pengguna belum memahami perbedaan jenis charging station yang tersedia.
Secara umum terdapat empat jenis charging station untuk kendaraan listrik. Jenis tersebut meliputi Standard Charging, Medium Charging, Fast Charging, dan Ultra-Fast Charging.
Standard Charging menggunakan arus bolak-balik atau alternating current dengan kapasitas hingga 7 kW. Waktu pengisian baterai biasanya membutuhkan sekitar enam hingga dua belas jam.
Jenis pengisian ini paling banyak digunakan untuk home charging. Metode tersebut cocok untuk kendaraan listrik berkapasitas baterai kecil maupun plug-in hybrid.
1. Medium Charging
Metode pengisian daya menggunakan arus AC dengan kapasitas daya lebih dari 7 kW hingga 22 kW. Dengan kapasitas yang lebih besar, waktu pengisian daya dapat berlangsung sekitar 2 hingga 4 jam.
Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor, pusat perbelanjaan, atau area parkir public. Pengisian daya jenis ini biasanya menggunakan perangkat wallbox charger, cocok digunakan ketika kendaraan diparkir dalam waktu beberapa jam.
2. Fast Charging
Metode pengisian daya menggunakan arus searah atau direct current (DC) dengan kapasitas daya lebih dari 22 kW hingga 50 kW. Pengisian daya baterai kendaraan listrik dapat mencapai hingga 80 persen dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit.
Fasilitas ini biasanya tersedia di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Sangat cocok digunakan saat perjalanan jarak jauh atau di lokasi dengan mobilitas kendaraan yang tinggi.
3. Ultra-Fast Charging
Metode pengisian daya menggunakan arus DC dengan kapasitas daya di atas 50 kW. Dengan kapasitas tersebut, pengisian daya kendaraan listrik dapat dilakukan dalam waktu sekitar 10 hingga 20 menit.
Jenis pengisian ini sangat ideal bagi kendaraan listrik dengan kapasitas baterai besar. Cocok untuk kendaraan yang membutuhkan pengisian cepat selama perjalanan.
Executive VP Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Trianto mengatakan, pentingnya edukasi penggunaan kendaraan listrik. Menurutnya, pengembangan ekosistem EV tidak hanya membangun infrastruktur.
Ia mengatakan, pemahaman charging station membantu pengguna mengoptimalkan pengisian daya. “PLN berkomitmen memberikan edukasi agar penggunaan kendaraan listrik semakin mudah, aman, dan nyaman,” ujar Gregorius.