Ciptakan Kacamata Pintar Berbasis AI, Tim Labmino UI Raih Prestasi Internasional
- 14 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Sivitas akademika Indonesia kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Tim Labmino dari Universitas Indonesia terpilih sebagai Global Ambassador Samsung Solve for Tomorrow.
Program tersebut merupakan inisiatif inovasi internasional dari Samsung. Ajang ini mendorong talenta muda menciptakan solusi teknologi bagi masalah nyata.
Pengumuman Global Ambassador digelar di Smart City Lab Milan, Italia pada 8 hingga 10 Februari 2026. Kegiatan tersebut bertepatan dengan rangkaian Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Para peserta juga mengikuti pameran inovasi dan kegiatan jejaring internasional. Tim Labmino memperkenalkan inovasi bernama RunSight yang merupakan perangkat tersebut berupa kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek, Khairul Munadi menyambut baik pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini mencerminkan kemajuan riset terapan mahasiswa Indonesia.
Selain itu, lanjut dia, inovasi teknologi kini semakin diarahkan untuk manfaat sosial. Untuk itu, pemerintah terus mendorong inovasi mahasiswa agar dapat bersaing secara global.
“Kami bangga inovasi generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Kolaborasi kampus dapat melahirkan solusi nyata bagi masyarakat," kata Khairul dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.
RunSight dirancang membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri. Perangkat wearable ini membaca lingkungan sekitar secara real time.
Teknologi tersebut menggunakan sensor dan pemrosesan kecerdasan buatan. Sistem memberi panduan jalur serta peringatan terhadap rintangan.
Selain itu, desain RunSight mempertimbangkan kenyamanan pengguna. Efisiensi energi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan perangkat.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Benny Bandanadjadja mengatakan, inovasi tersebut inspiratif. Menurutnya, teknologi RunSight menunjukkan kepedulian terhadap inklusivitas.
Ia berharap prestasi tersebut menginspirasi mahasiswa di berbagai perguruan tinggi. “Inovasi ini menunjukkan kemampuan teknis mahasiswa sekaligus kepedulian terhadap penyandang disabilitas,” ujar Benny.
Keberhasilan tim mahasiswa tersebut menjadi bukti kekuatan kolaborasi kampus. Pendampingan dosen dan dukungan ekosistem inovasi turut berperan.
Menurut pengumuman resmi Samsung, Labmino menjadi delegasi Indonesia pertama yang meraih predikat tersebut. Indonesia juga menjadi satu dari dua negara kawasan Asia Tenggara dan Oseania.