Rang Minang Merantau Dengan Integritas, Mengabdi untuk Negeri

  • 05 Mar 2026 01:44 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Oddy Medrian, putra kelahiran Muara Panas, Solok, Sumatera Barat, tumbuh dalam lingkungan budaya Minang yang kuat dengan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah yang menjadi pijakan hidupnya sejak kecil. Berasal dari suku Guci, ia kini berdomisili di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, karena tuntutan pekerjaan, namun tetap memelihara kedekatan emosional dan kultural dengan kampung halaman.

Oddy mengatakan, “(Dima ambo barado, identitas sabagai urang Minang ko, selau ambo pacik, dalam nilai, sikap dan caro bakarajo) Di manapun saya berada, identitas sebagai orang Minang selalu saya bawa dalam nilai, sikap, dan cara bekerja,” ujar Oddy, disaat wawancara hadir langsung ke studio RRI Pro 4 Jakarta, Jalan Medan Merdeka Barat 4-5 Jakarta, dalam acara Apresiasi Budaya Minangkabau, Minang Bakaba Lamak di Danga, Rabu, 5 Maret 2026. Beliau menegaskan akar budaya Minang menjadi kompas dalam setiap langkah kehidupan dan kariernya.

Karakter ramah dan santun terpancar, sebelum beliau tampil on air di studio RRI Pro 4 Jakarta, Tampak Oddy bersama koordinator Produksi, RRI Jakarta Suwondo. (Foto : Dermawan Ismail)

Baca Juga: Merawat Musik Etnik dari Ranah Minang ke Ibu Kota

Baca Juga : Arsitek Minang Mendunia, Tetap Jaga Akar

Dibesarkan oleh Pak Cu, seorang pegawai bank, dan Bu Emi, ibu rumah tangga, Oddy tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjunjung tinggi pendidikan, disiplin, dan kerja keras. Sebagai anak kedua dari dua bersaudara, ia dibiasakan mandiri serta bertanggung jawab sejak dini.

Masa kecilnya di Solok dan Payakumbuh diwarnai dengan aktivitas sekolah, olahraga, dan organisasi yang membentuk karakter kepemimpinan. Pengalaman prestasi yang di torehkan, diantaranya sebagai Paskibraka Nasional Utusan Sumatera Barat tahun 1993 dan Siswa Teladan SMA tingkat Sumatera Barat tahun 1994, Harapan 1 Abang Jakarta tahun 2002, menjadi tonggak penting dalam membangun mental, nasionalisme, serta kedisiplinannya.

“Pengalaman itu membentuk saya untuk selalu siap memimpin dan siap dipimpin,” tuturnya.

Dalam perjalanan akademik, Oddy menempuh pendidikan Ekonomi Akuntansi di Universitas Andalas, kemudian meraih gelar MBA di Institut IPMI, dan melanjutkan Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Pancasila. Perpaduan ilmu keuangan, bisnis, dan komunikasi tersebut menjadi fondasi kuat dalam menapaki dunia profesional.

Ketertarikannya pada sektor shipping, pelabuhan, dan logistik berakar dari minat terhadap sistem perdagangan dan distribusi barang, yang secara historis selaras dengan tradisi merantau dan berdagang masyarakat Minang.

Foto bersama penyiar Minang Bakaba, Dermawan Ismail, yang teryata mempunyai kesamaan, jebolan dari pemilihan Abang None wilayah Jakart Utara. (Foto: Oddy Medrian)

Baca Juga : Bukber Abang None Jakarta Utara Memperkuat Silaturahmi Lintas Generasi

Selama hampir 24 tahun berkarier di industri shipping, pelabuhan, dan logistik, Oddy juga memperkaya pengalaman internasional dengan tinggal dan bekerja di Singapura serta Malaysia selama kurang lebih empat tahun. Ia pernah menjadi utusan Sumatera Barat dalam program pertukaran pemuda ASEAN-Jepang (SSEAYP) tahun 1999, hingga dipercaya sebagai Presiden SSEAYP International Inc periode 2015–2017.

Kiprahnya berlanjut sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP Masyarakat Transportasi Indonesia (2023–2025) dan Sekretaris DPP APBMI (2023–sekarang), sebelum akhirnya memegang amanah sebagai Direktur Pengelola di sejumlah perusahaan logistik dan kepelabuhanan.

“Dalam dunia bisnis, kepercayaan adalah modal utama. Integritas dan amanah harus dijaga,” tegas Oddy, mengingat petuah orang tua yang selalu ia pegang.

Ke depan, Oddy Medrian menyampaikan harapannya agar ia dapat terus berkontribusi dalam mendorong industri logistik dan transportasi Indonesia agar semakin efisien serta berdaya saing global. Di saat yang sama, ia ingin generasi muda Minang berani untuk dapat bermimpi besar, merantau dengan bekal ilmu dan jaringan, lalu kembali membangun kampung halaman. Ungkapan kecil darinya,

“Kesuksesan bukan semata soal jabatan atau materi, namun tentang nilai, kehormatan diri, dan manfaat yang bisa kita berikan,” ungkap Oddy, menutup kisah perjalanan seorang perantau yang menjadikan integritas sebagai landasan utama pengabdian.

Rekomendasi Berita