Seni dan Spirit Ramadan di Kampus UI

  • 08 Mar 2026 03:56 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Universitas Indonesia menggelar program Syiar Ramadan Kampus UI 2026 sebagai upaya menyemarakkan bulan suci melalui kegiatan yang memadukan nilai spiritual, seni, dan budaya.

Program ini diinisiasi oleh Direktorat Kebudayaan Universitas Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung pada 1–6 Maret 2026 dan menghadirkan beragam agenda yang tidak hanya bernuansa religius, tetapi juga sarat dengan ekspresi kebudayaan.

Rangkaian kegiatan Syiar Ramadan UI 2026 meliputi berbagai acara seperti Rendang untuk Sumatera, Pameran Etnofotografi, Workshop Kaligrafi, Sarasehan Budaya, hingga Ngabuburit Budaya. (Humas Direktorat Kebudayaan UI)

Baca Juga : Meditasi Cinta Kasih sebagai Jalan Pulang di Bulan Ramadan

Rangkaian kegiatan Syiar Ramadan UI 2026 meliputi berbagai acara seperti Rendang untuk Sumatera, Pameran Etnofotografi, Workshop Kaligrafi, Sarasehan Budaya, hingga Ngabuburit Budaya. Seluruh kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan antara tradisi, kreativitas, dan refleksi spiritual yang dapat dinikmati oleh mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat luas.

Budayawan sekaligus Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia, Ngatawi Al-Zastrouw, menegaskan bahwa Ramadan tidak hanya dipahami sebagai momentum ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai ruang kebudayaan yang menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan dan tradisi masyarakat.

“Ramadan adalah ruang perjumpaan antara spiritualitas dan kebudayaan. Melalui seni dan tradisi, pesan-pesan kebaikan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyentuh dan membumi,” ujarnya.

Acara puncak dari rangkaian kegiatan ini diwujudkan dalam Tadarus Seni, sebuah pertunjukan yang memadukan puisi, tari, dan pagelaran musik bernuansa spiritual.

Panggung tersebut dimeriahkan oleh penampilan sejumlah seniman seperti Indra Sabil, Michail Abel Firdausi, kelompok musik Ki Ageng Ganjur, serta pertunjukan Topeng Ireng, Tari Waro’an Magelang, dan Yogie Sani. Perpaduan seni tradisi dan modern tersebut menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus meriah bagi para penonton.

Perpaduan seni tradisi dan modern tersebut menghadirkan suasana yang khidmat sekaligus meriah bagi para penonton. (Humas Direktorat Kebudayaan UI)

Menurut Ngatawi Al-Zastrouw, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kampus yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Syiar Ramadan UI hadir untuk meningkatkan kreativitas dan daya inovasi mahasiswa, sivitas akademika, serta para seniman, sehingga UI yang unggul dan impactful benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia,” katanya.

Tadarus Seni pun berlangsung meriah, disaksikan langsung oleh penonton di Auditorium Direktorat Kebudayaan UI serta melalui siaran langsung di kanal YouTube Direktorat Kebudayaan UI.

Ngatawi Al-Zastrouw, menyampaikan kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan kampus yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. (Humas Direktorat Kebudayaan UI)

Baca Juga: Menjaga Warisan Silat Tradisi dari Kampung Slipi untuk Jakarta

Rekomendasi Berita