Jejak Kepemimpinan Raja Perempuan di Sulawesi Selatan

  • 10 Mar 2026 20:42 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Sejarah besar Sulawesi Selatan mencatat peran luar biasa kaum perempuan dalam tampuk kekuasaan kerajaan masa lalu. Fenomena ini diulas dalam program Suara Budaya Nusantara Radio Republik Indonesia (RRI) Pro4 pada Selasa, 10 Maret 2026. Diskusi lintas kota antara RRI Pro 4 Makassar dan RRI Pro 4 Jakarta ini menghadirkan perspektif akademis mengenai emansipasi yang telah mengakar kuat.

Narasumber ahli dari Universitas Hasanuddin, Dr. Ery Iswary, M.Hum, menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan bukanlah hal baru dalam struktur sosial masyarakat Bugis-Makassar. Menurutnya, ruang bagi perempuan untuk memimpin pemerintahan sudah diakui secara sah sejak berabad-abad silam di berbagai wilayah tersebut. “Mengapa kita membahas ini, karena ini masih dalam rangka memperingati International Women's Day yang dirayakan setiap tahun,” ujar Dr. Ery.

Fakta sejarah ini menjadi bukti nyata bahwa kontribusi perempuan dalam bidang politik dan sosial sangatlah krusial bagi peradaban. Pengetahuan mengenai raja-raja perempuan diharapkan mampu membuka mata generasi muda tentang akar kesetaraan gender di nusantara. “Hal ini menunjukkan bahwa sejak dahulu perempuan memiliki ruang kepemimpinan yang diakui dalam sistem sosial dan budaya kita,” tambahnya..

Program edukasi publik ini sengaja menyasar audiens luas, mulai dari Generasi X hingga Generasi Alpha yang melek teknologi. RRI berupaya menjembatani narasi sejarah klasik agar tetap relevan dengan semangat pemberdayaan perempuan di era modern saat ini. Melalui frekuensi udara, nilai-nilai luhur dari masa lalu kembali dihidupkan untuk menginspirasi kaum perempuan masa kini.

Pembahasan mendalam ini diharapkan dapat memperkaya wawasan masyarakat mengenai kekayaan identitas budaya lokal yang inklusif. Selain sebagai refleksi peringatan hari besar, dialog ini menjadi pengingat akan besarnya pengaruh tokoh perempuan dalam menjaga kedaulatan bangsa. Kepemimpinan masa lalu adalah cermin bagi masa depan yang lebih adil dan penuh dengan karya nyata.

Rekomendasi Berita