Pensiun Sepak Bola, Greg Nwokolo Kembangkan Olahraga Padel

  • 02 Feb 2026 16:12 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Greg Nwokolo kembali menapaki babak baru dalam kariernya usai pensiun dari sepak bola profesional.

Kini, Greg menunjukkan keseriusannya menekuni olahraga padel, tidak hanya sebagai sarana kebugaran, tetapi juga dengan terjun langsung membangun ekosistem padel di Indonesia.

Ketertarikan Greg terhadap padel bermula saat ia mencari olahraga yang tetap menantang, menyenangkan, serta mampu menjaga kondisi fisik tanpa tekanan latihan berat seperti saat masih aktif bermain bola.

Keseriusan itupun diwujudkan dengan mendirikan Simba Padel Club di Jakarta. Dalam hal ini, Greg menggandeng Farhat Brachma sebagai rekan sekaligus sesama pemilik. Keduanya melihat potensi besar padel yang tengah berkembang dan mulai diminati masyarakat Indonesia.

“Om Farhat punya tanah, lalu dari obrolan sederhana muncul ide membangun lapangan padel. Sekarang padel sedang digemari, dan saya pribadi sangat menikmati olahraga ini,” ujar Greg, Senin, 2 Februari 2026.

Bagi Greg, tujuan utama membangun lapangan padel adalah menjaga kebugaran tubuh pasca karier sepak bola. Ia menilai padel sebagai solusi ideal untuk tetap aktif dan sehat tanpa harus menjalani latihan fisik yang terlalu berat.

Menurutnya, padel di Indonesia masih berada pada tahap awal dan kerap dianggap sekadar tren. Namun, dengan pengelolaan yang tepat, olahraga ini berpotensi berkembang dalam jangka panjang.

“Di Spanyol dan Argentina, padel sudah dimainkan sejak 1990-an. Di Indonesia memang masih baru. Kami ingin padel berkembang secara positif dan bisa diakses semua kalangan,” ujar mantan pemain Persija Jakarta tersebut.

Greg mengaku tidak khawatir jika tren padel suatu saat mereda. Baginya, padel telah menjadi kebutuhan pribadi. 

Manfaat padel juga dirasakan Greg secara nyata, baik secara fisik maupun mental. Ia menyebut berat badannya menurun dan kondisi mentalnya lebih stabil sejak rutin bermain padel, dibandingkan saat masih harus mengombinasikan latihan sepak bola dan fitness.

“Dalam seminggu saya bisa bermain tiga sampai empat kali. Bahkan kadang pagi sudah main, lalu lanjut lagi kalau ada ajakan teman. Di sini juga tersedia pelatih yang membantu pemain dari nol,” ucap mantan pemain Pelita Jaya itu.

Sementara itu, Farhat menegaskan bahwa Simba Padel Club tidak hanya dibangun sebagai bisnis. Ia dan Greg berkomitmen menjaga kualitas fasilitas sekaligus berkontribusi dalam pengembangan padel secara berkelanjutan.

“Kalau ada potensi di tempat lain tentu akan kami kembangkan, tapi fokus utama kami tetap pada kualitas dan peran jangka panjang,” kata Farhat.

Dikesempatan yang sama, Pelatih sekaligus Manajer Simba Padel Club, Imanuel Prabowo, menilai Greg memiliki kemampuan teknik yang menjanjikan.

“Kalau dia serius, satu tahun lagi sudah bisa menjadi atlet profesional,” tandasnya.

Rekomendasi Berita