BBPOM Jakarta, Edukasi Penggunaan Obat Herbal
- 17 Feb 2026 18:34 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jakarta kembali menggelar edukasi "Kenali Obat Bahan Alam yang Aman” bagi warga di Kelurahan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Senin, 16 Februari 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung IK-Limkos tersebut diikuti 300 peserta, untuk tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya memilih obat bahan alam yang aman dan bermutu, terutama di tengah maraknya peredaran obat bahan alam berbahaya mengandung bahan kimia obat (BKO) dan ilegal.
Kepala BBPOM di Jakarta Sofiyani Chandrawati Anwar dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya memilih dan menggunakan obat bahan alam atau obat tradisional yang memenuhi aspek keamanan, mutu dan manfaat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan keutuhan kemasan, membaca informasi pada label produk, memastikan nomor izin edar BPOM serta tanggal kedaluwarsa sebelum digunakan,” saran Sofiyani.
Obat bahan alam mengandung BKO sangat berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius dan kerusakan organ permanen. Adanya penambahan BKO seperti tramadol, piroksikam, deksametason, parasetamol, kafein, dan alopurinol dapat memberikan efek “cespleng” atau instan yang seolah-olah menyembuhkan namun sebenarnya sangat berisiko terhadap kesehatan. Obat bahan alam yang mengandung BKO dan telah masuk dalam Public Warning, ditarik dan dilarang beredar diantaranya Tawon Liar, Wan Tong, Cobra X, Tongkat Arab.
“Edukasi kepada publik ini penting seiring kecenderungan masyarakat untuk kembali ke alam (Back to Nature) dalam memelihara kesehatan tubuhnya dengan memanfaatkan obat bahan alam,” ujarnya.
Maka dari itu, lanjutnya masyarakat dapat berperan aktif dengan memastikan produk yang dikonsumsinya aman atau tidak.
"Laporkan pelanggaran pada kanal resmi BPOM dan selalu menjadi konsumen cerdas dalam memilih Obat dan Makanan yang aman,” tegas Sofiyani.