Sinusitis Menjadi Beberapa Alasan Orang Menjalani Operasi Hidung
- 12 Mar 2026 11:55 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Sinusitis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang dapat menyebabkan seseorang harus menjalani operasi pada hidung penderita sinusitis. Tindakan operasi biasanya dipertimbangkan ketika peradangan pada sinus tidak kunjung membaik meskipun sudah dilakukan berbagai pengobatan. Prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi saluran sinus serta mencegah infeksi yang terus berulang.
“Operasi sinusitis diperlukan jika gejala tidak kunjung sembuh dengan pengobatan. Tujuan operasi tersebut dilakukan yaitu untuk meringankan gejala dan mengurangi infeksi yang sedang terjadi,” bunyi artikel kesehatan halodoc, yang ditinjau dr. Rizal Fadli, dikutip pada Kamis, 11 Maret 2026.
Secara umum, dokter akan merekomendasikan operasi apabila terjadi penyumbatan pada saluran sinus akibat peradangan kronis, penumpukan cairan, atau kondisi medis tertentu yang mengganggu sistem pernapasan. Dalam prosedur tersebut, dokter melakukan pembedahan untuk membuka atau membersihkan saluran sinus agar aliran udara dan cairan dapat kembali normal.
Selain membantu mengurangi infeksi, operasi sinusitis juga dinilai dapat memberikan sejumlah manfaat bagi pengidapnya. Tindakan ini dapat membantu mengurangi tekanan dan nyeri pada wajah serta hidung, memperbaiki kualitas tidur, hingga membuat pernapasan menjadi lebih lega. Selain itu, operasi juga dapat menurunkan frekuensi penggunaan obat-obatan serta membantu mengurangi risiko infeksi sinus yang berulang.
Tidak Semua Harus Operasi
Meski demikian, tidak semua penderita sinusitis harus menjalani operasi. Dokter biasanya akan mencoba metode pengobatan lain terlebih dahulu, seperti penggunaan obat, terapi semprotan hidung, atau prosedur perawatan lain yang bersifat non-bedah. Operasi baru menjadi pilihan ketika pengobatan tersebut tidak memberikan hasil yang optimal atau ketika sinusitis sudah berkembang menjadi kondisi kronis.
Masih dikutip dari halodoc, dalam praktik medis bahwa operasi sinus tersebut memiliki manfaat, prosedur operasi sinusitis tetap memiliki beberapa risiko yang perlu diperhatikan. Beberapa kemungkinan risiko tersebut antara lain:
- Infeksi sinus yang masih bisa muncul kembali setelah operasi.
- Hidung terasa kering atau muncul pengerasan pada bagian dalam hidung.
- Penurunan fungsi indra penciuman atau gangguan pada indera perasa.
- Rasa nyeri berkepanjangan selama masa pemulihan.
- Gangguan pada struktur di sekitar sinus seperti mata atau jaringan di sekitarnya, meskipun kasus ini tergolong jarang terjadi.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi alasan dilakukannya operasi sinusitis antara lain sinusitis yang sering kambuh, adanya infeksi jamur pada sinus, munculnya polip hidung, atau kelainan struktur pada rongga hidung dan sinus. Pada kasus tertentu, tindakan operasi juga dapat dilakukan apabila infeksi telah menyebar ke area tulang atau berkaitan dengan gangguan kesehatan lain.
Prosedur Medis
Dalam praktik medis, terdapat beberapa jenis prosedur operasi yang dapat dilakukan untuk menangani sinusitis. Salah satunya adalah operasi endoskopi, yaitu prosedur yang menggunakan alat tipis dengan kamera kecil yang dimasukkan melalui hidung untuk melihat dan membersihkan bagian sinus yang tersumbat. Selain itu, terdapat pula metode sinuplasty balloon yang dilakukan dengan memasukkan balon kecil ke dalam saluran sinus untuk membuka bagian yang menyempit.
Prosedur operasi sinusitis umumnya berlangsung sekitar satu hingga tiga jam, tergantung tingkat keparahan kondisi pasien dan jenis tindakan yang dilakukan. Setelah operasi selesai, pasien biasanya akan menjalani masa pemulihan serta mendapatkan obat penghilang rasa sakit, antibiotik, atau terapi tambahan untuk mencegah infeksi selama proses penyembuhan.
Dari sisi biaya, tindakan operasi sinusitis juga memiliki kisaran harga yang berbeda tergantung pada rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dipilih. Secara umum, perkiraan biaya operasi sinusitis antara lain:
- Kisaran biaya operasi mulai dari sekitar Rp6.000.000 sebagai estimasi awal.
- Biaya dapat meningkat tergantung jenis prosedur operasi yang dilakukan.
- Fasilitas rumah sakit dan teknologi medis yang digunakan juga memengaruhi total biaya.
- Biaya tambahan dapat muncul dari pemeriksaan sebelum operasi dan obat pasca operasi.
- Dalam beberapa kasus, tindakan operasi sinusitis dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan jika memenuhi syarat yang berlaku
Dengan demikian, sinusitis memang dapat menjadi salah satu alasan seseorang menjalani operasi hidung, terutama jika gejalanya tidak membaik dengan pengobatan biasa. Konsultasi dengan tenaga medis tetap menjadi langkah penting agar pengidap dapat menentukan penanganan yang paling tepat sesuai dengan kondisi kesehatannya.
(Kayla Maiza - Mahsiswa Institut Bisnis & Informatika Kosgoro 1957 Jakarta)