Destinasi Wisata untuk Menyambut Mudik Lebaran
- 11 Mar 2026 20:11 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, sejumlah destinasi wisata di berbagai daerah mulai bersiap menyambut lonjakan kunjungan wisatawan. Momentum pulang kampung dinilai tidak hanya menjadi ajang silaturahmi keluarga, tetapi juga peluang strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Wawan Gunawan S.Sn., MM, dosen Pascasarjana Politeknik Pariwisata NHI Bandung, saat menjadi narasumber melalui sambungan telepon dalam program Apresiasi Budaya Sunda di Pro 4 RRI Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026 yang dipandu oleh host Atep Gunawan dan Teh Tini.
Menurut Dr. Wawan Gunawan, tradisi mudik Lebaran selalu membawa efek domino bagi sektor pariwisata daerah. Ia menjelaskan bahwa banyak pemudik kini memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk berwisata bersama keluarga di kampung halaman maupun destinasi terdekat. Karena itu, pengelola wisata perlu menyiapkan konsep yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang autentik.
“Mudik Lebaran bisa menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kearifan lokal, mulai dari kuliner tradisional, kesenian daerah, hingga tradisi masyarakat setempat,” ujar Dr. Wawan.
Ia menambahkan, destinasi wisata yang mengedepankan nilai budaya biasanya memiliki daya tarik emosional bagi para pemudik. Banyak perantau, kata dia, justru mencari pengalaman yang mengingatkan pada masa kecil dan akar budaya mereka.
Oleh sebab itu, penguatan narasi budaya di tempat wisata menjadi strategi yang efektif untuk membangun kedekatan antara pengunjung dengan destinasi. Hal ini sekaligus menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai budaya daerah.
Dalam perbincangan yang berlangsung hangat di program budaya tersebut, Dr. Wawan juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, dan komunitas budaya.
Menurutnya, pengembangan destinasi wisata menjelang Lebaran harus melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari meningkatnya kunjungan wisatawan dapat dirasakan langsung oleh warga setempat, sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi dan identitas budaya daerah.
Menutup perbincangan di Pro 4 RRI Jakarta, Dr. Wawan Gunawan berharap momentum mudik Lebaran tahun ini dapat dimanfaatkan untuk menguatkan pariwisata berbasis budaya di Indonesia. Ia menilai, jika dikelola dengan baik, arus mudik tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga penggerak ekonomi kreatif sekaligus sarana pelestarian budaya Nusantara.
Program Apresiasi Budaya Sunda yang dipandu Atep Gunawan dan Teh Tini pun diharapkan terus menjadi ruang dialog yang menghubungkan dunia akademik, pelaku budaya, dan masyarakat luas dalam menjaga kekayaan tradisi Indonesia.