BPOM Jambi Himbau Masyarakat Tidak Salahgunakan Whip Pink
- 26 Feb 2026 10:10 WIB
- Jambi
RRI.CO.ID,Jambi - Fenomena penggunaan “whip pink” atau yang juga dikenal sebagai “web cream” tengah ramai diperbincangkan, khususnya di kalangan anak muda. Produk yang dikaitkan dengan kandungan Nitrous Oxide (N2O) ini disebut-sebut kerap disalahgunakan di luar peruntukannya sebagai bahan tambahan pangan.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jambi, Musthofa Anwari, menjelaskan bahwa N2O sebenarnya termasuk dalam kategori Bahan Tambahan Pangan (BTP). Namun, penggunaannya memiliki aturan yang ketat dan tidak boleh dikonsumsi secara langsung.
“Sebenarnya kalau N2O itu termasuk dalam BTP, bahan tambahan pangan. Tapi dia tidak untuk dikonsumsi langsung, melainkan harus ditambahkan ke pangan. Kadang-kadang memang disalahgunakan, seperti dalam bentuk whip pink tadi” ujar Musthofa.
Menurutnya, N2O lazim digunakan dalam industri pangan, misalnya untuk pembuatan krim atau produk sejenis. Namun, ketika digunakan tidak sesuai peruntukan atau dikonsumsi tanpa melalui proses pencampuran pada makanan, zat tersebut berpotensi membahayakan kesehatan.
Menanggapi maraknya isu penggunaan whip pink di kalangan anak muda, Musthofa menegaskan bahwa pengawasan di wilayah Jambi telah dilakukan secara intensif.
“Kami sudah turun ke beberapa titik. Untuk di Jambi, baik sarana produksi maupun sarana distribusi, tidak ada. Memang di beberapa provinsi lain ada temuan, tapi di Provinsi Jambi tidak ada,” tegasnya.
BPOM Jambi juga telah melakukan pengawasan terhadap sejumlah kedai pangan siap saji maupun minuman. Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan penggunaan langsung N2O secara menyimpang.
“Kami sudah melakukan pengawasan ke beberapa kedai pangan siap saji atau minuman. Ada yang memiliki tambahan pangan tersebut, tetapi tidak digunakan secara langsung dan masih sesuai ketentuan,” jelasnya.
Terkait dampak kesehatan, Musthofa mengingatkan bahwa penggunaan yang tidak sesuai aturan dapat menimbulkan risiko.
“ Seharusnya N2O itu ditambahkan dulu ke makanan. Kalau tidak sesuai dengan penggunaannya, tentu akan berbahaya bagi kesehatan,” pungkasnya.
BPOM Jambi mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak menyalahgunakan bahan tambahan pangan di luar peruntukannya. Pengawasan akan terus dilakukan guna memastikan keamanan pangan dan melindungi kesehatan masyarakat.