Melukis Dinding, Media Ekspresi dan Estetika

  • 06 Feb 2026 21:38 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID,Jayapura - Seni melukis dinding sebagai media ekspresi dan dipandang sebagai suatu estetika dan keindahan seni. Dikenal sebagai mural, sering kita temui di ruang publik,seperti tembok, jalan, trotoar bahkan bangunan yang tak terpakai.

Melansir imural.id, mural bahasa latinnya murus atau dinding telah ada dari zaman prasejarah tepatnya 31.500 tahun yang lalu. Sebuah lukisan dari sari buah sebagai cat air menggambarkan sebuah gua di Lascaux, daerah Selatan Perancis. lukisan dinding paling terkenal karya Pablo Picasso.

Dalam perjalanannya mural menampilkan pesan dalam bentuk gambar dengan berbagai karakter yang menarik. Dengan paduan warna yang nyentrik, unik, tak jarang berupa kritikan sosial sebagai bentuk penyaluran ekspresi dan emosi.

Lukisan yang memikat banyak orang, dilukis dengan cat dinding, spray paint atau cat semprot. Populer sebagai dekorasi kontemporer dan sarana mempercantik kota sebagai galeri terbuka dan hidup. Daya tariknya sering dijadikan spot foto yang menarik.

Di berbagai tempat di Indonesia bahkan di Kota Jayapura, tak luput dari sentuhan mural. Mural terlihat di restoran, hotel, cafe, rumah bahkan apartemen sebagai point of view sebuah ruangan menjadi media branding.  Ini menjadi bisnis manis sang pelukis.

Mural dilukis untuk keindahan Kota maka akan terlihat indah, bila dibuat asal-asalan maka akan merusak pemandangan kota. Apalagi disertai dengan coretan yang tak jelas sungguh sangat merusak mata. 

Keindahan seni lukis mural sejatinya adalah  seni lukis tinggi Terkadang lukisan mural yang  abstrak terlihat indah, apalagi bila yang melihat memaknai maksud lukisan tersebut.

Rekomendasi Berita