Spesies Baru yang Terungkap Tahun 2025

  • 03 Jan 2026 00:06 WIB
  •  Jayapura

KBRN, Jayapura: Dunia sains sepanjang 2025, mengungkap sejumlah spesies flora fauna baru setelah penelitian bertahun-tahun dilakukan. Melansir Mongabay.co.id, temuan spesies tersebut menunjukkan upaya penemuan terus berjalan.

Di lain sisi, penemuan flora fauna sepanjang tahun 2025, juga membuktikan peluang penyelamatan bagi mereka semakin kecil. Kondisi ini terjadi, karena spesies tersebut sering hampir langka sebelum ditemukan atau baru diungkap formal oleh para ahli.

Dalam kasus lain, peneliti menemukan perbedaan genetik spesimen lama setelah pemeriksaan ulang dilakukan menyeluruh secara ilmiah dan mendalam. Berikut beberapa spesies baru yang diungkapkan sepanjang 2025, sebagai hasil penelitian panjang dan ketat oleh tim ahli internasional.

1. Empat Ular Pohon dari Papua Nugini:

- Dendrelaphis anthracina

- Dendrelaphis atra

- Dendrelaphis melanarkys

- Dendrelaphis roseni

‎2. Oposum Tikus Baru (Marmosa chachapoya) dari Peru

‎3. Ikan Killifish (Nothobranchius sylvaticus) dari Kenya

‎4. Pohon Raksasa (Tessmannia princeps) dari Tanzania

‎5. Kupu-kupu 'Francis gorgeous sapphire' (Iolaus francis) dari Angola

‎6. Tanaman Lentera Peri (Thismia selangorensis) dari Malaysia

‎7. Tikus Hutan Tompotika (Crunomys tompotika) dari Sulawesi Tengah

‎8. Dua spesies Anggrek Baru dari Papua Barat Daya:

- Bulbophyllum ewamiyiuu

‎ -Dendrobium siculiforme

‎9. Kelelawar Ekor Panjang (Myotis himalaicus) dari Himalaya

‎10. Kadal James Bond (Celestus jamesbondi) dari Jamaika

‎11. Ular Nuri (Leptophis mystacinus) dari Brazil

‎12. Tiga spesies Katak dari Peru:

- Pristimantis chinguelas

‎ - Pristimantis nunezcortez

- Pristimantis yonke

‎13. Pari Manta (Mobula yarae) dari Samudra Atlantik

Tahun 2025, juga mencatat kisah kelam punahnya sejumlah spesies tertentu meski berbagai upaya konservasi global telah dilakukan. Kegagalan penyelamatan tersebut menjadi peringatan serius bagi dunia, tentang rapuhnya keseimbangan alam saat ini yang semakin terancam.

Kondisi ini mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan ekosistem, demi keberlangsungan biodiversitas tersisa bagi generasi mendatang secara berkelanjutan. Upaya perlindungan lingkungan harus diperkuat, agar keanekaragaman hayati tetap terjaga dengan baik di seluruh wilayah di bumi. (Aldy Riandito).

Baca juga: Tahun 2025 Catatan Kelam Kepunahan Flora dan Fauna Global

Rekomendasi Berita