Dari Cinta Lingkungan Lahir Inovasi Briket

  • 06 Feb 2026 13:48 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura - Mencintai lingkungan, bukan hanya dilafalkan tetapi perlu disertai perbuatan nyata dari diri sendiri. Hal tersebut dilakukan Desvita Astari Djamion, guru IPA MTs Muhammadiyah Abepura Jayapura, dengan inovasi briket ramah lingkungan. 

Ia menciptakan briket berbahan kulit pinang dan sagu, sebagai wujud kepedulian lingkungan berkelanjutan melalui pembelajaran Tifa yang diterapkan. Metode ajar Tifa, yakni mencoba membuat suatu teknologi sederhana, sebagai bentuk kepedulian terhadap alam. 

“Saya termotivasi membuat sebuah teknologi sederhana yang bersifat kearifan lokal, sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga saya memutuskan dengan teknologi briket dari bahan dasar kulit pinang dan kulit sagu," ujarnya beberapa waktu lalu. 

Desvita memanfaatkan kulit pinang dan sagu yang sering terbuang, untuk diolah menjadi briket bernilai guna ekonomis ramah lingkungan. Karya tersebut, telah dipresentasikan tingkat nasional dan memperoleh hak paten serta sertifikat HAKI sebagai inovasi pendidikan lingkungan Indonesia.

”Kita kan kaya dengan buah pinang dan juga sagu. Banyak yang tidak dimanfaatkan, apalagi yang sudah tua dan jatuh dibiarkan begitu saja," ucapnya.  

Desvita menjelaskan, briket pinang dan sagu, memiliki keunggulan mudah menyala hanya dengan sedikit minyak tanah. Briket tersebut dapat digunakan berulang kali, disimpan kembali, dan tetap menghasilkan bara panas stabil sehingga sangat efektif. 

“Keunggulan dari briket pinang dan sagu hasil karya saya, bisa langsung digunakan tanpa menunggu waktu lama. Karena begitu dipercik sedikit minyak tanah, sudah bisa menyala dan menjadi bara yang panas," katanya mengakhiri. 

Rekomendasi Berita