Kenali Pemicu Peradangan Amandel
- 26 Feb 2026 12:41 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura - Radang amandel dipicu berbagai makanan yang kita konsumsi. Amandel atau tonsil, terletak di kiri dan kanan tenggorokkan bagian dalam dan bisa muncul kapan saja.
Hal itu dijelaskan Dokter Rusmini, Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (Sp.THT ) KL, Rumah Sakit Dok 2 Jayapura. "Karena terjadi infeksi kiri dan kanan telinga, amandelnya membesar, jadi harus minum obat, biasa selama seminggu," ujarnya.
Ditambahkannya, peradangan pada amandel bisa memengaruhi telinga, hidung dan utamanya tenggorokan. "Pasien pasti kesulitan untuk menelan, demam itu sudah pasti dan ini harus diobati," kata Rusmini.
Melansir enesis.com/id, penyebab amandel bukan hanya dari makanan. Bisa juga akibat infeksi virus adenovirus, penyebab bronkitis atau sakit tenggorokan.
Selain itu juga karena adanya infeksi virus epstein barr dan bakteri streptococcus pyogenes. Bakteri ini yang menyebabkan rasa demam hingga sulit menelan, seperti yang dialami pasien pada umumnya.
Radang amandel bisa diobati, namun harus dijaga pola makannya. Bila imun seseorang lemah, peradangan bisa terjadi kembali. Jadi penting, makanan bagi penderita amandel harus diperhatikan.
"Jangan makanan pedas dan goreng-gorengan. Makanan yang kering dan keras, seperti keripik dan kacang-kacangan sebaiknya dikurangi dulu," ucapnya.
Dokter spesialis THT tersebut juga menyarankan untuk menghindari makan dan minuman cepat saji. Jenis makanan ini tinggi perasa dan kandungan MSG.
"Minuman dingin-dingin jangan dulu. Berbagai minuman dengan pewarna dan kandungan gula tinggi, sebaiknya juga tidak boleh," ujarnya.
Untuk pengobatannya, pasien diberikan empat macam obat. Di antaranya antibiotik untuk mengurangi peradangan dan infeksi pada telinga dan tenggorokan.
Rasa tak nyaman lantaran amandel, biasanya akan segera membaik, begitu pasiesn rutin mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter. Perubahan dirasakan, dengan berkurangnya sakit dan sudah bisa menelan dengan nyaman.
Inilah pentingnya menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi apa yang kita makan. Jangan sampai apa yang kita makan, justru menimbulkan berbagai macam penyakit yang merugikan kesehatan dan menghambat aktivitas kita.