GPM Lumajang Jaga Daya Beli Warga

  • 19 Feb 2026 08:14 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Lumajang - Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadi instrumen efektif memenuhi kebutuhan pangan terjangkau bagi masyarakat, Rabu, 11 Februari 2026. Program ini terbukti berdampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga.

Pelaksanaan GPM di Kantor Kecamatan Lumajang menyalurkan puluhan ton bahan pangan pokok dengan harga di bawah pasar. Komoditas yang disediakan meliputi beras 5 ton, minyak goreng 1.200 liter, gula pasir 1 ton, telur ayam 1 ton, bawang putih 200 kilogram, bawang merah 200 kilogram, cabai rawit 150 kilogram, serta cabai merah besar 150 kilogram.

Volume tersebut dirancang untuk menjangkau kebutuhan masyarakat luas sekaligus menjaga ketersediaan pasokan di tingkat konsumen. Antusiasme masyarakat menunjukkan selisih harga yang ditawarkan GPM berdampak nyata terhadap pengeluaran harian warga, terutama pada komoditas strategis yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang Retno Wulan Andari mengatakan penyaluran pangan murah dalam jumlah besar merupakan langkah terukur pemerintah daerah untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di masyarakat.

“Penyediaan bahan pangan pokok dalam volume besar dan harga terjangkau ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus meredam gejolak harga di pasar. Antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebijakan ini tepat sasaran,” tutur Retno, Rabu 18 Februari 2026.

Selain itu, GPM juga berfungsi sebagai mekanisme pengendalian harga secara tidak langsung. Masuknya tambahan pasokan ke tingkat konsumen dinilai mampu menekan potensi kenaikan harga di pasar sehingga stabilitas harga pangan daerah lebih terjaga.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya menjadikan GPM sebagai program berkelanjutan yang adaptif terhadap dinamika harga dan kebutuhan masyarakat. Dengan perluasan jangkauan serta penguatan volume distribusi, GPM diharapkan terus menjadi penopang ketahanan pangan daerah sekaligus instrumen perlindungan sosial bagi masyarakat.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita