Belajar Gamelan Sambil Mendongeng, Keceriaan Anak PAUD di Sanggar GAS
- 20 Feb 2026 09:00 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Bondowoso - Tawa polos dan mata berbinar tampak menghiasi wajah puluhan anak PAUD dan TK saat pertama kali menabuh bilah gamelan di Sanggar Group Apresiasi Seni (GAS) Bondowoso, Kecamatan Curahdami. Bagi mereka, belajar seni bukan sekadar aktivitas sekolah, melainkan pengalaman baru yang menyenangkan dan penuh cerita.
Melalui program INI BUDI (Anak Indonesia, Belajar Berbudaya Sejak Dini), GAS Bondowoso membuka ruang belajar seni dan budaya secara gratis bagi anak-anak usia dini.
Sejak diinisiasi pada Januari 2026 hingga pertengahan Februari 2026, tercatat 630 anak dari 17 lembaga PAUD dan TK serta empat kelompok belajar telah mengikuti kegiatan tersebut.
Anak-anak tidak hanya diajak mengenal alat musik tradisional seperti Gamelan, tetapi juga dilibatkan dalam aktivitas mendongeng kisah-kisah legenda Bondowoso yang diiringi alunan musik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif, sehingga peserta dapat mengenal budaya lokal tanpa merasa terbebani.
Koordinator GAS Bondowoso, Junaidi, mengatakan pendekatan yang digunakan memang disesuaikan dengan dunia anak-anak. Setelah pengenalan, peserta secara bertahap diajak memainkan musik Kentrung dan memahami nilai-nilai penghormatan terhadap seni budaya warisan leluhur.
“Intinya ini sedekah seni dari GAS,” ujar Junaidi saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, pembelajaran seni tradisional sejatinya memiliki nilai tinggi jika dihitung secara nominal. Namun, GAS memilih membuka akses seluas-luasnya agar anak-anak bisa mengenal seni sejak dini tanpa kendala biaya.
“Ketika ada pembelajaran, saya bahagia. Saya mensyukuri GAS bisa bermanfaat,” tuturnya.
Menurut Junaidi, kebahagiaan anak-anak saat belajar menjadi motivasi utama GAS untuk terus menjalankan program tersebut, terlebih di tengah gempuran budaya luar yang mudah diakses melalui media sosial. Program INI BUDI sendiri merupakan murni pengabdian GAS, komunitas seni yang telah berdiri sejak 1978, tanpa keterlibatan pemerintah.
Ke depan, anak-anak yang mengikuti program ini direncanakan akan diajak mementaskan hasil pembelajaran seni mereka di hadapan publik. Pementasan tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus kenangan awal bagi anak-anak dalam mengenal dan mencintai budaya daerahnya.
Pantauan di lokasi, peserta datang dari berbagai wilayah di Bondowoso. Mereka mengikuti kegiatan dengan antusias tanpa dipungut biaya, cukup mengatur jadwal kunjungan ke sanggar GAS.