Berat Naik setelah Lebaran, Apakah Normal?

  • 02 Mar 2026 10:01 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Jember - Setelah Lebaran, angka timbangan sering naik 1–3 kg. Banyak orang langsung panik dan merasa “gagal menjaga pola hidup sehat”. Padahal, kenaikan berat badan setelah periode makan besar adalah hal yang sangat umum.

Yang penting bukan panik, tapi paham apa yang sebenarnya terjadi di tubuh.

1. Sebagian Besar Bukan Lemak

Kenaikan cepat dalam beberapa hari biasanya bukan murni lemak, melainkan:

  • Retensi cairan karena konsumsi garam tinggi

  • Penyimpanan glikogen akibat asupan karbohidrat meningkat

  • Volume makanan dalam sistem pencernaan

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, perubahan berat badan jangka pendek sering dipengaruhi fluktuasi cairan, bukan penambahan lemak permanen.

2. Jangan Langsung Diet Ekstrem

Banyak orang langsung memangkas makan drastis atau olahraga berlebihan. Pendekatan ekstrem justru bisa:

  • Memicu kelelahan

  • Menurunkan metabolisme

  • Meningkatkan risiko binge eating

World Health Organization merekomendasikan pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin sebagai strategi pengendalian berat badan yang berkelanjutan.

3. Reset dengan Pola Sederhana

Alih-alih diet ketat, lakukan reset ringan:

  • Kembali ke jadwal makan teratur

  • Perbanyak protein dan sayur

  • Kurangi minuman manis

  • Minum air putih cukup

Dalam 5–7 hari, biasanya berat badan mulai turun secara alami jika pola kembali stabil.

4. Mulai Bergerak Lagi

Aktivitas fisik membantu tubuh kembali ke ritme normal:

  • Jalan cepat 30 menit

  • Jogging ringan

  • Latihan beban intensitas sedang

American College of Sports Medicine menyarankan peningkatan aktivitas secara bertahap untuk hasil yang aman dan konsisten.

5. Fokus pada Tren, Bukan Angka Harian

Berat badan bisa naik turun setiap hari. Yang lebih penting adalah tren mingguan. Timbang di waktu yang sama dan lihat rata-ratanya.

Kenaikan berat setelah Lebaran itu normal. Dengan pola makan stabil, hidrasi cukup, dan olahraga konsisten, tubuh akan kembali ke kondisi optimal tanpa perlu langkah ekstrem.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita