Menjaga Anak dari Ancaman Campak di tengah Lebaran
- 10 Mar 2026 22:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember: Menjelang Lebaran, suasana silaturahmi biasanya dipenuhi dengan pertemuan keluarga, perjalanan mudik, serta mobilitas masyarakat yang meningkat tajam. Namun di balik hangatnya kebersamaan itu, para tenaga kesehatan mengingatkan adanya potensi ancaman penyakit menular, salah satunya campak.
Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Jember, dr. Fiqi Isnaini Nurul Hikmah, Sp.A, mengingatkan Selasa, 10 Marer 2026 bahwa meningkatnya aktivitas masyarakat dapat mempercepat penyebaran virus campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Campak merupakan penyakit infeksi virus akut yang sangat menular. Virus dari kelompok paramyxovirus ini dapat menyebar melalui udara ketika penderita batuk, bersin, atau bahkan bernapas di dekat orang lain. Penularan juga bisa terjadi melalui percikan air liur maupun benda yang telah terkontaminasi, seperti mainan anak atau permukaan yang sering disentuh.
Menurut dr. Fiqi, salah satu hal yang membuat campak berbahaya adalah periode penularannya yang cukup panjang. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam terlihat.
“Campak bisa menular sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul,” jelasnya.
Kondisi ini membuat penyakit tersebut mudah menyebar, terutama dalam situasi berkumpul seperti saat halal bihalal atau kunjungan keluarga selama Lebaran.
Secara global, kasus campak masih menjadi perhatian serius. Indonesia bahkan termasuk negara dengan jumlah kasus yang cukup tinggi. Pada tahun 2025 tercatat 69 kematian akibat campak, dan hingga awal 2026 beberapa kasus kematian tambahan juga telah dilaporkan.
Gejala awal campak sering kali terlihat seperti penyakit flu biasa, sehingga tidak jarang terlambat dikenali. Orang tua perlu mewaspadai demam tinggi yang disertai batuk, pilek, mata merah atau berair (konjungtivitis), serta munculnya ruam kemerahan pada kulit.
Biasanya ruam akan muncul tiga hingga empat hari setelah demam. Ruam dimulai dari area belakang telinga atau kepala, kemudian menyebar ke wajah, badan, hingga seluruh anggota tubuh.
“Ruam akan muncul dari kepala kemudian menyebar ke badan dan seluruh anggota tubuh. Dalam beberapa hari ruam akan menggelap lalu memudar,” ungkap dr. Fiqi.
Risiko penularan menjadi lebih tinggi jika seseorang memiliki riwayat kontak dengan penderita campak sekitar 10 hingga 12 hari sebelum gejala muncul. Karena itu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila menemukan gejala yang mencurigakan.
Langkah pencegahan paling efektif adalah melalui imunisasi. Vaksin campak atau MR tidak hanya membantu mencegah infeksi, tetapi juga dapat menurunkan risiko komplikasi berat hingga kematian apabila seseorang tetap terpapar virus.
Selain imunisasi, masyarakat juga diimbau tetap menjaga kebiasaan hidup sehat selama momen Lebaran. Penggunaan masker di tempat ramai, menjaga kebersihan tangan dengan sabun atau hand sanitizer, serta menghindari kontak langsung dengan bayi menjadi langkah sederhana namun penting.
Bayi dan anak kecil termasuk kelompok yang sangat rentan terhadap campak. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak sembarangan menyentuh atau mencium bayi saat berkunjung ke rumah keluarga atau kerabat.
Apabila terdapat anggota keluarga yang terinfeksi, langkah terbaik adalah melakukan isolasi sementara agar virus tidak menular kepada anggota keluarga lain.
Bagi para orang tua, dr. Fiqi memberikan pesan sederhana namun penting: memastikan imunisasi anak telah lengkap.
“Pastikan imunisasi campak sudah lengkap. Jika belum, segera lakukan imunisasi. Jika sudah imunisasi dasar, segera lengkapi dengan imunisasi lanjutan,” pesannya.
Di tengah kegembiraan merayakan Lebaran, menjaga kesehatan keluarga menjadi bagian penting dari makna kebersamaan. Dengan imunisasi dan kewaspadaan bersama, masyarakat diharapkan dapat merayakan hari raya dengan aman dan terhindar dari ancaman penyakit campak.