Es Campur, Takjil Istimewa yang Selalu Dinanti saat Ramadan
- 26 Feb 2026 22:52 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Bulan Ramadan selalu identik dengan tradisi berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Di antara beragam pilihan yang menggoda, es campur tetap menjadi primadona. Minuman segar yang kaya warna dan rasa ini tak hanya melepas dahaga, tetapi juga menghadirkan nostalgia dan kebersamaan di setiap teguknya
Es campur dikenal sebagai minuman khas Indonesia yang terdiri dari aneka isian seperti cincau, kolang-kaling, alpukat, kelapa muda, tape singkong, agar-agar, dan sirup manis yang disiram susu kental manis. Perpaduan tekstur kenyal, lembut, dan segar dari es serut membuatnya menjadi pilihan ideal setelah seharian menahan lapar dan haus.
Selama Ramadan, geliat penjualan es campur meningkat signifikan. Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan variasi es campur yang lebih kreatif dan menarik. Banyak UMKM yang menambahkan topping premium seperti buah segar pilihan, es krim, hingga sirup racikan sendiri untuk menarik minat pembeli.
Tak hanya pedagang kaki lima dan pasar takjil, sejumlah restoran dan kafe juga menjadikan es campur sebagai menu wajib selama Ramadan. Bahkan, beberapa restoran menghadirkan es campur dalam konsep modern dengan penyajian lebih eksklusif tanpa meninggalkan cita rasa tradisionalnya. Kehadiran es campur di berbagai lini usaha kuliner ini menunjukkan bahwa minuman klasik tersebut tetap relevan dan digemari lintas generasi.
Di berbagai daerah, es campur memiliki ciri khas masing-masing. Di Jakarta, misalnya, es campur Betawi biasanya dilengkapi dengan roti tawar dan potongan buah segar. Sementara di daerah lain, variasinya bisa menambahkan mutiara sagu, biji selasih, hingga potongan nangka yang harum
Selain menyegarkan, es campur juga memiliki nilai sosial dan ekonomi. Bagi para pelaku UMKM, Ramadan menjadi momen peningkatan omzet yang signifikan. Banyak di antara mereka mengaku penjualan bisa naik dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Tradisi membeli takjil pun menjadi penggerak roda perekonomian lokal, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat saat waktu berbuka tiba.
Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang kebersamaan, peluang usaha, dan berbagi kebahagiaan. Kehadiran es campur sebagai takjil istimewa tidak hanya memperkaya tradisi, tetapi juga menjadi sumber rezeki bagi banyak pelaku UMKM dan pilihan wajib di berbagai restoran selama bulan suci.