Geopark Ijen Target Green Card UNESCO

  • 12 Feb 2026 18:58 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Banyuwangi – Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) pada tahun 2026 untuk mempertahankan status Green Card. Revalidasi ini menjadi evaluasi berkala yang wajib dilakukan setiap 4 tahun setelah Geopark Ijen resmi masuk jaringan geopark UNESCO pada 2023.

Revalidasi dilakukan untuk memastikan pengelolaan kawasan, konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat di kawasan Geopark Ijen tetap sesuai standar internasional UNESCO. Hasil revalidasi akan menentukan status geopark, yakni Green Card (dipertahankan), Yellow Card (perbaikan 2 tahun), atau Red Card (dicabut dari jaringan UGG).

Menjelang revalidasi, tim persiapan revalidasi Geopark Ijen bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Rabu, 11 Februari 2026. Tim tersebut terdiri dari Ketua Tim Kerja Geopark Kementerian ESDM Aries Kusworo bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengecek kesiapan teknis dan progres lapangan.

“Ini adalah revalidasi pertama. Maka perlu persiapan karena yang dinilai adalah kemajuan yang sudah dicapai. Kami ingin memastikan kesiapan sekaligus melihat langsung progres di lapangan,” tutur Aries, Rabu 11 Februari 2026.

Selama di Banyuwangi, tim menggelar sejumlah agenda untuk mematangkan kesiapan revalidasi yang diperkirakan berlangsung pada pertengahan 2026. Kegiatan meliputi rapat koordinasi, forum diskusi kelompok, hingga peninjauan langsung ke sejumlah situs geopark.

FGD diikuti pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah delineasi Geopark Ijen yang meliputi Banyuwangi dan Bondowoso. Tim juga meninjau Teluk Pangpang dan Desa Wisata Wringin Putih untuk melihat praktik pemberdayaan masyarakat di kawasan mangrove.

“Beberapa rekomendasi dari UNESCO sudah dipenuhi secara bertahap. Kami juga aktif bekerja sama dengan geopark global lain sebagai bagian penguatan penilaian,” ujar Aries.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pertemuan tersebut menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meraih kembali status Green Card UNESCO. Pemerintah daerah mendorong sinergi seluruh pemangku kepentingan agar target revalidasi tercapai optimal.

“Saya berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama, komitmen kuat, dan rencana aksi terpadu untuk meraih Green Card pada revalidasi ini,” ucap Ipuk.

Ipuk menambahkan, status Green Card bukan hanya pengakuan internasional. Status tersebut juga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata, investasi, peluang ekonomi masyarakat, serta pelestarian alam dan budaya kawasan Geopark Ijen.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong dan komitmen kuat dari semua pihak, rekomendasi asesor UGG bisa kita jalankan,” ungkap Ipuk.

Ketua Badan Pengelola Geopark Ijen Abdillah Baraas menjelaskan sejumlah rekomendasi UNESCO yang menjadi perhatian pengelolaan Geopark Ijen. Rekomendasi tersebut meliputi penguatan riset dan pemetaan geologi, penambahan panel informasi edukatif, penguatan warisan budaya lokal, serta peningkatan penyelenggaraan event nasional dan internasional.

“Rekomendasi sudah kami jalankan. Dokumen serta data yang dibutuhkan dalam proses revalidasi sudah masuk ke UNESCO melalui Bappenas,” kata Abdillah.

Revalidasi Geopark Ijen menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi geowisata dunia. Keberhasilan mempertahankan Green Card diharapkan mampu memperkuat daya saing pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan geopark.

Rekomendasi Berita