Bondowoso Matangkan Persiapan Revalidasi Ijen UGG

  • 11 Mar 2026 19:46 WIB
  •  Jember

RRI.CO.ID, Bondowoso - Pemkab Bondowoso mulai mematangkan persiapan menjelang proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark. Sebanyak 16 organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu dilibatkan untuk memastikan seluruh dokumen dan program pendukung siap.

Pemkab Bondowoso mulai mengkonsolidasikan peran sejumlah opd, menjelang proses revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGG). Sebanyak 16 lembaga pengampu dilibatkan untuk memastikan seluruh persiapan, baik dokumen maupun program di lapangan, dapat diselesaikan tepat waktu.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Bondowoso, Anisatul Hamidah, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan seluruh OPD yang terlibat.

“Kami ingin memastikan bahwa persiapan untuk revalidasi itu, bisa dilaksanakan oleh perangkat daerah-perangkat daerah pengampu,” ujarnya saat ditemui awak media, Rabu (11/3/2026).

Dalam pertemuan tersebut, masing-masing perangkat daerah, diminta menginventarisasi tugas serta dokumen yang menjadi tanggung jawabnya.

“Barusan sudah kita inventarisir, siapa melakukan apa dan kita optimis bahwa penyelesaian dokumen termasuk program-program di lapangan itu bisa diselesaikan oleh perangkat daerah,” lanjutnya.

Perempuan yang akrab disapa Anis itu, juga menyebut, berdasarkan hasil inventarisasi sementara, sebagian besar dokumen yang dibutuhkan untuk proses revalidasi telah tersedia.

“Sekitar 70 sampai 80 persen dokumen yang dibutuhkan untuk revalidasi itu sudah selesai. Tinggal kita menguatkan prosesnya dan mengecek kembali agar tidak ada yang tertinggal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa koordinasi tersebut tidak hanya dilakukan sekali. OPD pengampu juga telah diberikan formulir khusus untuk menginventarisasi kelengkapan dokumen yang masih perlu dilengkapi.

Dikonfirmasi terkait beredarnya informasi, bahwa pengurus Harian Ijen Geopark (PHIG) Bondowoso diganti jelang revalidasi. Pihaknya menjelaskan hal tersebut masih dalam tahap kajian. Dia tak menyebut secara pasti, apakah akan ada pengurus baru atau tetap memakai pengurus lama dalam waktu mendatang.

“Bappeda Provinsi juga sudah menyampaikan demikian, mereka yang berada di badan pengelola dan tim teknis. Secara linier kami juga ikut mengawal,” pungkasnya.

Rekomendasi Berita