Kamu Lebih Suka Ngulek atau Blender Bumbu Masak
- 25 Feb 2026 18:11 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID , Kaimana - Dalam dunia dapur Indonesia, perdebatan antara ngulek (menggunakan cobek dan ulekan) vs blender adalah diskusi abadi. Keduanya punya penggemar setia dengan alasan yang sangat masuk akal.
Cara sederhana mengolah bumbu dapur mengunakan cara lama dengan ulekan dan cara baru dengan mengunakan alat bantu seperti blender tentu memebrikan cita rasa tersendiri pada makanan yang di masak, dikarenakan dalam pengunaan nya blender menghaluskan bumbu lebih cepat dan ulekan memakan waktu beberapa menit untuk di haluskan sampai bumbu benar benar siap untuk di masak atau di tumis .
Jadi, kamu tim yang mengutamakan rasa autentik atau kecepatan? Mari kita bedah perbedaannya!
Si Tim Ngulek: Pemuja Rasa dan Aroma
Bagi banyak koki rumahan dan pecinta kuliner, ngulek adalah ritual yang tak tergantikan. Mengapa?
⦁ Ekstraksi Minyak Alami: Saat bumbu ditekan dan digesek dengan ulekan batu, sel-sel rempah pecah dan mengeluarkan minyak alami yang aromatik. Inilah yang membuat sambal atau bumbu dasar terasa lebih "keluar" sedapnya.
⦁ Tekstur yang Pas: Ngulek memungkinkan kita mengatur tekstur. Kadang sambal yang agak kasar jauh lebih menggugah selera dibanding yang terlalu halus.
⦁ Tanpa Tambahan Air: Ngulek tidak membutuhkan air atau minyak tambahan agar bumbu hancur, sehingga rasa bumbu tetap murni (pekat).
⦁ Kekurangannya: Tentu saja butuh tenaga ekstra dan waktu yang lebih lama. Siap-siap pegal linu jika harus menghaluskan bumbu untuk porsi hajatan!
Si Tim Blender: Pejuang Efisiensi
Di tengah kesibukan modern, blender adalah pahlawan dapur yang nyata.
⦁ Kecepatan Kilat: Apa yang butuh 15 menit dengan ulekan, bisa selesai dalam 30 detik dengan blender. Sangat efisien untuk mereka yang harus mengejar waktu kerja.
⦁ Sangat Halus: Untuk masakan seperti bumbu rendang atau kari yang butuh tekstur sangat creamy dan halus, blender adalah masternya.
⦁ Kapasitas Besar: Kamu bisa menghaluskan bumbu untuk stok satu minggu sekaligus tanpa keluar keringat.
Kekurangannya: Seringkali kita harus menambahkan sedikit air atau minyak agar pisau blender bisa berputar. Hal ini terkadang mengubah cita rasa bumbu jika tidak ditumis hingga airnya benar-benar menyusut.
( Sumber Artikel : Kumparan.com )