Tujuh Pantangan Setelah Cabut Gigi yang Harus Dihindari

  • 27 Jan 2026 17:43 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Proses cabut gigi mungkin hanya memakan waktu singkat, namun masa pemulihannya sangat krusial. Salah langkah sedikit saja, Anda berisiko mengalami komplikasi menyakitkan yang disebut dry socket (lepasnya gumpalan darah pelindung saraf).

Untuk memastikan luka cepat menutup dan bebas infeksi, berikut kami rangkum beberapa sumber salah satunya  Alodokter.com tentang 7 pantangan setelah cabut gigi yang wajib Anda hindari yaitu:

1. Menghisap Area Luka atau Menggunakan Sedotan

Ini adalah aturan emas setelah cabut gigi. Gerakan menghisap (saat minum dengan sedotan) menciptakan tekanan negatif di dalam mulut. Tekanan ini dapat menarik keluar gumpalan darah yang sedang membeku di lubang gigi. Jika gumpalan ini lepas, saraf akan terpapar udara dan makanan, yang menyebabkan rasa nyeri luar biasa.

 

2. Menyentuh Luka dengan Lidah atau Jari

Wajar jika Anda merasa ada yang "ganjil" di area bekas cabut gigi, namun mencongkel atau menyentuhnya dengan lidah dan jari sangat berbahaya. Tangan dan lidah kita penuh dengan bakteri yang bisa memicu infeksi pada luka yang masih terbuka.

 

3. Berkumur Terlalu Kuat

Setelah cabut gigi, dokter biasanya menyarankan untuk tidak berkumur selama 24 jam pertama. Jika sudah lewat 24 jam, berkumurlah dengan sangat lembut menggunakan air garam hangat. Berkumur terlalu kencang atau meludah terlalu kuat dapat merusak jaringan yang baru saja tumbuh.

 

4. Mengonsumsi Makanan Keras, Panas, dan Pedas

l Makanan Keras: Keripik, kacang, atau biji-bijian bisa tersangkut di lubang bekas gigi dan melukai gusi.

l Makanan Panas: Suhu panas dapat melebarkan pembuluh darah dan memicu perdarahan ulang.

l Makanan Pedas: Efek iritasi dari cabai akan membuat area luka terasa perih dan memperlambat penyembuhan.

 

5. Merokok

Bagi perokok, ini mungkin tantangan terbesar. Namun, bahan kimia dalam rokok seperti nikotin dapat menghambat aliran darah ke gusi, yang berarti proses penyembuhan akan berjalan sangat lambat. Selain itu, gerakan menghisap rokok memiliki risiko yang sama dengan menggunakan sedotan.

 

6. Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat

Hindari olahraga berat atau mengangkat beban setidaknya 24–48 jam setelah tindakan. Aktivitas fisik meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang dapat menyebabkan area bekas cabut gigi berdenyut kencang atau bahkan mengalami perdarahan kembali.

 

7. Mengonsumsi Minuman Beralkohol atau Berkarbonasi

Alkohol dapat berinteraksi negatif dengan obat pereda nyeri yang diresepkan dokter dan mengencerkan darah. Sementara itu, minuman berkarbonasi (soda) mengandung gelembung gas dan tingkat keasaman tinggi yang bisa mengikis gumpalan darah pelindung luka.

Rekomendasi Berita