Kenali Dampak Penggunaan Ozempic bagi Kesehatan

  • 10 Feb 2026 11:21 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Ozempic (semaglutide) memang telah menjadi fenomena global dalam pengobatan diabetes tipe 2 dan manajemen berat badan namun, di balik efektivitasnya yang mengesankan dalam meniru hormon GLP-1, obat ini membawa rangkaian efek samping yang jauh lebih kompleks daripada sekadar rasa mual di pagi hari. Dilansir dari beberapa sumber salah satunya dari situs alodokter.com berikut dampak penggunaan ozempic bagi kesehatan yang perlu Anda ketahui.

 

Berikut adalah beberapa efek samping signifikan yang perlu dipahami secara mendalam:

1. Gangguan Gastrointestinal yang Agresif

Meskipun mual adalah keluhan paling umum, banyak pengguna mengalami gangguan pencernaan yang lebih berat, seperti:

  • Gastroparesis (Kelumpuhan Lambung): Ozempic bekerja dengan memperlambat pengosongan lambung. Pada beberapa kasus, proses ini menjadi terlalu lambat sehingga makanan tertahan di lambung dalam waktu yang tidak wajar, memicu muntah kronis dan dehidrasi.
  • Diare atau Konstipasi Parah: Perubahan kecepatan sistem pencernaan sering kali mengganggu ritme usus secara drastis.

 

2. Risiko Pankreatitis dan Masalah Empedu

Salah satu peringatan serius pada label obat ini adalah risiko pankreatitis akut (peradangan pada pankreas). Gejalanya meliputi nyeri perut hebat yang menjalar hingga ke punggung. Selain itu, penurunan berat badan yang terlalu cepat akibat obat ini juga meningkatkan risiko terbentuknya batu empedu atau peradangan pada kantong empedu.

 

3. Fenomena "Ozempic Face" dan Perubahan Fisik

Dari sisi estetika yang berdampak pada psikologis, terdapat istilah "Ozempic Face". Ini terjadi karena hilangnya lemak subkutan di wajah secara mendadak, yang menyebabkan:

  • Kulit wajah terlihat kendur dan berkerut.
  • Tampilan mata yang tampak lebih cekung.
  • Kehilangan massa otot (muscle wasting) jika penurunan berat badan tidak dibarengi dengan asupan protein dan latihan beban yang cukup.

                                                                          

4. Dampak Psikologis dan Suasana Hati

Meskipun jarang dibahas, beberapa pengguna melaporkan perubahan kondisi mental. Karena hormon GLP-1 juga berinteraksi dengan sistem dopamin di otak (pusat kesenangan), beberapa orang melaporkan gejala anhedonia—berkurangnya kemampuan untuk merasakan kesenangan, tidak hanya terhadap makanan, tetapi juga terhadap hobi atau aktivitas sosial lainnya.

 

 

Rekomendasi Berita