Apa Saja Bahaya Buka Puasa Langsung Merokok

  • 27 Feb 2026 22:05 WIB
  •  Kaimana

RRI.CO.ID, Kaimana - Menyulut rokok tepat saat azan Magrib berkumandang mungkin menjadi ritual yang sulit dilepaskan bagi sebagian perokok. Namun, secara medis, memutus puasa dengan rokok adalah salah satu keputusan terburuk yang bisa Anda berikan pada tubuh.

Setelah perut kosong selama belasan jam, tubuh berada dalam kondisi sensitif.

Berikut beberapa bahaya utama yang mengintai jika Anda langsung merokok saat berbuka puasa:

  1. Beban Kerja Jantung yang Mendadak
    Saat berpuasa, detak jantung dan tekanan darah cenderung menurun. Nikotin yang masuk ke dalam perut kosong akan diserap sangat cepat oleh aliran darah.

l Efek: Nikotin memicu pelepasan adrenalin yang secara mendadak meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.

l Risiko: Lonjakan drastis ini memberikan beban berat pada jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke ringan secara tiba-tiba.

  1. Hipoksia (Kekurangan Oksigen)

Asap rokok mengandung karbon monoksida ($CO$) yang mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih kuat daripada oksigen.

l Dampaknya: Tubuh yang sudah kekurangan cairan dan nutrisi dipaksa kekurangan oksigen lebih parah lagi. Hal ini sering menyebabkan pusing hebat, sakit kepala, bahkan pingsan sesaat setelah merokok di waktu berbuka.

  1. Iritasi Dinding Lambung

Perut yang kosong memiliki kadar asam lambung yang tinggi. Memasukkan asap rokok yang bersifat korosif dan mengandung zat kimia beracun dapat memperparah kondisi ini.

l Gejala: Mual, nyeri ulu hati (mulas), dan rasa tidak nyaman di perut.

l Risiko Jangka Panjang: Meningkatkan risiko tukak lambung (luka lambung) dan memperburuk gejala GERD.

  1. Kerusakan Pembuluh Darah (Vasokonstriksi)

Nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit secara instan. Di saat tubuh membutuhkan aliran darah yang lancar untuk mendistribusikan nutrisi dari makanan berbuka, rokok justru menghambat proses tersebut. Hal ini membuat tubuh tetap terasa lemas meskipun Anda sudah makan.

  1. Risiko Kanker Paru yang Berlipat Ganda

Penelitian menunjukkan bahwa merokok dalam kondisi perut kosong jauh lebih berbahaya daripada merokok di waktu biasa. Penyerapan zat karsinogenik (pemicu kanker) oleh jaringan tubuh menjadi jauh lebih efisien dan cepat ketika sistem metabolisme baru saja kembali aktif setelah fase istirahat (puasa).

  1. Gangguan Metabolisme Nutrisi

Rokok dapat merusak kemampuan indra perasa dan menurunkan penyerapan nutrisi penting seperti Vitamin C dan Vitamin B yang sangat dibutuhkan tubuh untuk pemulihan setelah seharian berpuasa.

( Sumber Artikel : IDN Times.com )

Rekomendasi Berita