Meningkatnya Wisatawan Menjadi Bukti Keberhasilan Konservasi Alam

  • 12 Mar 2025 14:23 WIB
  •  Kaimana

KBRN, Kaimana: Sejak Kaimana ditetapkan sebagai kawasan konservasi alam pada tahun 2019, kawasan yang sebelumnya hanya dikenal lewat lagu legendaris “Senja di Kaimana” kini mulai menarik perhatian dunia. Eli Auwe, Pemimpin Badan Layanan Umum Daerah Unit Pelaksana Teknis Daerah (BLUD UPTD) Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kaimana Fakfak, Provinsi Papua Barat, mengungkapkan bahwa kedatangan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Eli Auwe memaparkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Kaimana semakin meningkat setiap harinya. Menurutnya, data yang dihimpun oleh Dinas Pariwisata mencatatkan peningkatan signifikan, khususnya dari wisatawan domestik.

"Memang dari data yang ada, terutama untuk wisatawan domestik, jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu," ujar Eli, dengan percaya diri. Namun, bukan hanya wisatawan lokal yang tertarik, wisatawan mancanegara pun kini semakin berminat untuk mengunjungi kawasan konservasi ini. Berdasarkan data tahun 2024, sekitar 779 wisatawan mancanegara sudah melaporkan kunjungannya ke BLUD UPTD. Namun, diperkirakan ada sekitar 200 wisatawan yang belum melaporkan kunjungan mereka.

Eli menjelaskan, peningkatan kunjungan wisatawan ini merupakan dampak positif dari status kawasan konservasi yang telah diberikan pada Kaimana. Penetapan ini tidak hanya berhasil menjaga kelestarian alam, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Keindahan alam bawah laut Kaimana yang menjadi rumah bagi berbagai spesies, termasuk hiu paus, kini dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

"Kami bangga bisa melihat perubahan ini, dari yang sebelumnya Kaimana hanya dikenal lewat lagu 'Senja di Kaimana', kini kawasan ini menjadi destinasi yang semakin dikenal luas," tambahnya.

Penyematan status kawasan konservasi tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan alam, tetapi juga sebagai penggerak sektor pariwisata yang berkelanjutan. Dengan perhatian yang lebih besar terhadap pelestarian alam, Kaimana kini siap menyongsong masa depan dengan menjadikan pariwisata alam sebagai pilar utama pembangunan ekonomi daerah. Eli menekankan bahwa menjaga keseimbangan antara konservasi dan pembangunan ekonomi adalah kunci untuk memastikan kelangsungan manfaat yang dapat diperoleh masyarakat, baik dari segi ekologi maupun ekonomi.

"Keindahan alam Kaimana harus tetap terjaga untuk generasi mendatang, dan kami berharap wisatawan yang datang juga memiliki kesadaran tinggi untuk ikut menjaga kelestarian alam," tutup Eli dengan optimis.

Dengan semangat konservasi yang terjaga, Kaimana kini menjadi bukti nyata bahwa kawasan konservasi alam dapat mendorong pariwisata yang tidak hanya mendatangkan keuntungan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan bagi alam dan masyarakatnya.

Rekomendasi Berita