Tips Cerdas Mengatur Anggaran Belanja Selama Bulan Ramadan

  • 20 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Mengelola keuangan keluarga selama bulan suci Ramadan memerlukan strategi yang tepat agar kondisi finansial tetap terjaga hingga hari raya Idulfitri. Di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok pada 20 Februari 2026 ini, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menentukan skala prioritas belanja harian guna menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan.

Dikutip dari panduan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rilis edukasi resminya (12 Februari 2026), kunci utama penghematan adalah dengan membuat daftar belanja mingguan yang ketat. Menurut Anggota Dewan Komisioner OJK bidang Edukasi, Friderica Widyasari Dewi, menyusun anggaran sebelum pergi ke pasar dapat menekan pengeluaran impulsif hingga tiga puluh persen, sehingga alokasi dana untuk kebutuhan lain seperti zakat dan tabungan mudik tetap aman.

Dilansir dari ulasan ekonomi Kompas.com (15 Februari 2026), memanfaatkan promo dan diskon di pusat perbelanjaan lokal merupakan langkah yang sangat taktis. Namun, pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad (10 Februari 2026), mengingatkan agar warga tetap jeli membandingkan harga antar toko dan tidak terjebak membeli barang dalam jumlah besar yang sebenarnya tidak mendesak hanya karena tergiur potongan harga sesaat.

Berdasarkan tips hidup hemat dari portal Hello Sehat (18 Februari 2026), mengolah makanan sendiri untuk sahur dan berbuka jauh lebih ekonomis dibandingkan membeli makanan siap saji. Penulis kesehatan, dr. Mikhael Yosia (16 Februari 2026), menjelaskan bahwa dengan memasak di rumah, kita tidak hanya menghemat biaya hingga lima puluh persen, tetapi juga bisa menjamin kualitas nutrisi dan kebersihan bahan makanan yang dikonsumsi oleh seluruh anggota keluarga selama berpuasa.

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Kota Kendari dalam wawancara di KBRN Kendari (19 Februari 2026), warga disarankan untuk belanja di pasar tradisional pada waktu-waktu tertentu guna mendapatkan harga yang lebih kompetitif. Ia menekankan bahwa sinergi antara perencanaan yang matang dan pola konsumsi yang tidak berlebihan menjadi faktor penentu stabilitas ekonomi rumah tangga di tengah tantangan kenaikan harga pangan yang kerap terjadi di pertengahan bulan Ramadan.

Dengan disiplin menjalankan rencana keuangan yang telah disusun, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan fokus. Pengelolaan uang yang cerdas bukan berarti membatasi diri secara ekstrem, melainkan bentuk tanggung jawab dalam menjaga kesejahteraan keluarga demi masa depan yang lebih tertata dan penuh keberkahan.

Rekomendasi Berita