Fast Fashion dan Dampak Lingkungannya

  • 28 Feb 2026 22:36 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Fast fashion merujuk pada model produksi pakaian yang sangat cepat dan murah untuk mengikuti tren mode terbaru. Pola konsumsi ini membuat masyarakat sering membeli pakaian baru hanya untuk dipakai sekali atau dua kali, sehingga menimbulkan volume sampah tekstil yang sangat besar di berbagai negara.

Menurut laporan yang dirangkum dalam artikel Kompas.com (2025), industri fast fashion menghasilkan lebih dari 92 juta ton limbah tekstil tak terkelola setiap tahunnya. Banyak pakaian yang diproduksi secara massal akhirnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) karena kualitasnya rendah dan tidak mudah didaur ulang, menyumbang banjir sampah yang merusak lingkungan.

Selain limbah besar, fast fashion juga berkontribusi pada pencemaran air dan emisi karbon dioksida global karena proses produksi menggunakan bahan sintetis dan energi yang tinggi. Banyak serat sintetik seperti poliester tidak terurai di alam dan bahkan dapat melepaskan mikroplastik yang mencemari tanah dan air. Fenomena ini menunjukkan bahwa meski fast fashion menawarkan harga terjangkau dan model cepat, dampaknya terhadap lingkungan bersifat jangka panjang jika tidak diimbangi dengan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita