Indonesia Ungguli Singapura Soal Kebahagiaan Kerja
- 24 Feb 2026 12:08 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Indonesia mencatatkan diri sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan pekerja tertinggi di kawasan Asia Pasifik. Temuan ini berasal dari Workplace Happiness Index 2025–2026 yang dirilis Jobstreet by SEEK, di mana sebanyak 82 persen responden pekerja Indonesia mengaku bahagia bahkan sangat bahagia dengan pekerjaan mereka.
Data yang dikutip CNBC Indonesia pada Selasa, 24 Februari 2026 menunjukkan capaian Indonesia melampaui sejumlah negara dengan pasar tenaga kerja yang lebih mapan. Hong Kong hanya mencatat 47 persen, Singapura 56 persen, dan Australia 57 persen. Menariknya, faktor utama kebahagiaan tersebut bukan semata soal besaran gaji.
Sebagian besar pekerja Indonesia, yakni 77 persen, merasa kebahagiaan mereka didorong oleh hubungan yang baik dengan rekan kerja. Faktor berikutnya adalah lokasi kerja yang dinilai nyaman (76 persen), serta perasaan bahwa pekerjaan yang dijalani memiliki makna atau purpose (75 persen). Keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan juga menjadi aspek penting dalam membentuk rasa bahagia di tempat kerja.
Walaupun bukan penentu utama, tingkat pendapatan tetap berkontribusi terhadap kebahagiaan. Laporan tersebut memperlihatkan kecenderungan bahwa semakin tinggi penghasilan, semakin tinggi pula tingkat kepuasan kerja. Pekerja dengan gaji di atas Rp8 juta per bulan mencatat tingkat kebahagiaan hingga 94 persen. Sementara itu, mereka yang berpenghasilan di bawah Rp2,4 juta berada di kisaran 59 persen. Meski demikian, hubungan antara gaji dan kebahagiaan disebut tidak bersifat linear tanpa batas.
Dari sisi sektor industri, bidang teknologi menjadi yang tertinggi dengan tingkat kebahagiaan mencapai 93 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor manufaktur sebesar 87 persen. Administrasi, layanan pelanggan, dan penjualan berada di angka sekitar 82 persen. Adapun layanan profesional mencatat angka terendah di antara sektor yang disurvei, yakni sekitar 77 persen. Industri dengan struktur kerja jelas, peluang pengembangan karier, serta dukungan teknologi dinilai lebih mampu menciptakan pengalaman kerja yang positif.
Secara geografis, kawasan Jabodetabek menempati posisi teratas dalam indeks kebahagiaan pekerja. Hal ini dipengaruhi akses yang lebih luas terhadap peluang kerja, tingkat pendapatan, serta fleksibilitas kerja. Meski demikian, tingginya capaian ini diingatkan agar tidak membuat perusahaan cepat berpuas diri.