Tips Menjaga Kualitas Tidur Selama Menjalankan Ibadah Puasa

  • 13 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Perubahan pola makan dan aktivitas selama bulan Ramadan sering kali berdampak pada berkurangnya durasi tidur bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. Pada 13 Maret 2026 ini, menjaga kualitas istirahat menjadi kunci utama agar tubuh tetap bugar dan produktivitas harian tidak menurun akibat kantuk yang berlebihan, terutama bagi para pekerja yang tetap harus beraktivitas penuh di siang hari.

Dikutip dari ulasan kesehatan di portal Hello Sehat (10 Maret 2026), kunci tidur berkualitas saat puasa adalah konsistensi jadwal. Menurut pakar kesehatan tidur, dr. Andreas Prasadja (07 Maret 2026), mengusahakan untuk tidur lebih awal setelah salat Tarawih sangat disarankan guna mengganti waktu yang hilang untuk makan sahur, sehingga total durasi istirahat harian tetap mendekati angka ideal yakni tujuh hingga delapan jam.

Dilansir dari tips gaya hidup sehat Kompas.com (12 Maret 2026), melakukan power nap atau tidur siang singkat sangat membantu mengembalikan energi tubuh. Perencana kesehatan, dr. Tan Shot Yen (09 Maret 2026), menjelaskan bahwa tidur siang selama lima belas hingga tiga puluh menit di sela waktu istirahat kerja dapat meningkatkan fokus secara signifikan tanpa menyebabkan rasa pening saat terbangun, dibandingkan jika melakukan tidur siang yang terlalu lama.

Berdasarkan laporan kesehatan dari World Health Organization (WHO) melalui publikasi CNN Indonesia (11 Maret 2026), konsumsi makanan saat berbuka juga mempengaruhi kenyenyakan tidur di malam hari. Hindari makanan yang terlalu pedas atau berlemak tinggi menjelang waktu tidur, karena dapat memicu asam lambung dan membuat kualitas tidur terganggu, yang pada akhirnya memicu rasa lemas saat bangun untuk sahur.

Menurut praktisi kesehatan dalam program siaran gaya hidup KBRN (13 Maret 2026), menciptakan suasana kamar yang sejuk dan minim cahaya dapat membantu tubuh memproduksi hormon melatonin lebih cepat. Dengan menjaga lingkungan tidur yang nyaman dan menghindari penggunaan gawai setidaknya tiga puluh menit sebelum memejamkan mata, proses pemulihan energi selama Ramadan dapat berjalan lebih optimal meskipun durasi tidur sedikit berkurang.

Disiplin dalam mengatur waktu istirahat bukan hanya soal menghilangkan rasa kantuk, tetapi juga tentang memberikan hak bagi tubuh untuk beregenerasi. Dengan pola tidur yang tertata, ibadah puasa dapat dijalani dengan lebih khusyuk dan kondisi emosional pun tetap stabil dalam menghadapi tantangan aktivitas harian.

Rekomendasi Berita