Kuliner Khas Ramadan dari Berbagai Daerah di Nusantara
- 24 Feb 2026 11:43 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Bulan Ramadan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, tetapi juga menghadirkan ragam kuliner khas yang jarang ditemui di luar bulan suci. Dari Sabang hingga Merauke, berbagai daerah memiliki hidangan tradisional yang khusus disajikan saat berbuka.
Di Aceh, masyarakat mengenal bubur kanji rumbi yang kaya rempah dan biasanya dibagikan di masjid menjelang magrib. Hidangan ini menjadi simbol kebersamaan karena dimasak secara gotong royong oleh warga setempat.
Di Sumatera Barat, tradisi berbuka kerap ditemani kolak pisang atau lamang tapai yang dibuat dari beras ketan dalam bambu. Sementara itu, di Riau dan Kepulauan Riau, kue khas seperti kue asidah dan bolu kemojo menjadi sajian yang banyak dicari selama Ramadan.
Beranjak ke Pulau Jawa, masyarakat mengenal aneka takjil seperti kolak, es dawet, hingga kicak khas Yogyakarta yang berbahan dasar ketan dan parutan kelapa. Di Semarang, ganjel rel juga menjadi kudapan yang sering hadir menjelang waktu berbuka.
Di Kalimantan Selatan, wadai bingka dan amparan tatak menjadi primadona saat Ramadan. Sedangkan di Sulawesi Selatan, pisang epe dan barongko kerap menghiasi meja berbuka puasa masyarakat Bugis dan Makassar.
Di wilayah Indonesia Timur, seperti Maluku dan Papua, papeda dan aneka olahan sagu tetap menjadi bagian dari tradisi berbuka yang menyesuaikan dengan bahan pangan lokal. Keberagaman ini menunjukkan bahwa kuliner Ramadan sangat dipengaruhi oleh kekayaan sumber daya dan budaya masing-masing daerah.
Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Perlindungan Kebudayaan, kuliner tradisional merupakan bagian dari warisan budaya tak benda yang mencerminkan identitas dan nilai sosial masyarakat. Kehadiran hidangan khas Ramadan memperkuat peran makanan sebagai medium pelestarian budaya sekaligus perekat kebersamaan.
Dengan demikian, aneka kuliner yang muncul saat bulan puasa bukan sekadar sajian musiman, melainkan bagian dari ekspresi budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ramadan menjadi momentum di mana tradisi kuliner Nusantara kembali hadir dan dirayakan secara kolektif.