Trend Short Gateway di Kalangan Anak Muda
- 25 Jan 2026 09:33 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Gaya hidup anak muda terus mengalami perubahan seiring dengan meningkatnya mobilitas, tuntutan aktivitas, serta kemudahan akses informasi digital. Salah satu tren wisata yang kian populer di kalangan generasi muda adalah short getaway atau liburan singkat dalam waktu yang relatif pendek, namun tetap memberikan pengalaman rekreasi yang menyegarkan.
Short getaway adalah liburan singkat berdurasi satu hingga tiga hari yang menekankan efisiensi waktu dan biaya, sehingga cocok bagi pelajar, mahasiswa, dan pekerja muda dengan jadwal padat. Biasanya dilakukan ke destinasi yang tidak terlalu jauh untuk relaksasi, eksplorasi alam, atau wisata kuliner. Tren ini berkembang seiring gaya hidup urban dan peran media sosial yang mendorong anak muda mencari pengalaman singkat namun berkesan untuk dibagikan secara digital.
Kemudahan akses transportasi, pemesanan tiket daring, serta promosi destinasi wisata lokal juga mempercepat penyebaran konsep liburan singkat ini. Selain itu, kebutuhan untuk mengurangi stres akibat rutinitas kerja atau belajar menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya minat terhadap short getaway.
Kalau melihat wilayah Sulawesi Tenggara, yang memiliki beragam destinasi, ini dinilai cocok untuk konsep short getaway bagi para wisatawa yang berasal dari Ibukota, Jawa dan luar Pulau Sulawesi. Wilayah ini dikenal dengan kekayaan wisata bahari, pantai, serta keindahan alam yang masih alami.
Di Kota Kendari dan sekitarnya, wisatawan dapat mengunjungi sejumlah pantai, kawasan perbukitan, hingga destinasi kuliner khas daerah yang dapat dijangkau dalam waktu singkat. Selain itu, beberapa daerah di Sulawesi Tenggara juga memiliki desa wisata dan spot alam yang mulai dikenal luas melalui promosi digital. Tren short getaway ini dinilai dapat menjadi peluang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan lokal maupun regional, sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata Sulawesi Tenggara kepada generasi muda.
Dengan semakin berkembangnya tren liburan singkat, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal juga meningkat. Anak muda tidak hanya menjadi wisatawan, tetapi juga agen promosi bagi daerah melalui konten positif di media sosial. Pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata diharapkan terus memperkuat fasilitas, aksesibilitas, serta informasi destinasi, sehingga tren short getaway dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pariwisata lokal dan kesejahteraan masyarakat. (Ananta Setiadi)