Menkes Dorong Percepatan Skrining Kusta untuk Eliminasi Kasus
- 11 Mar 2026 13:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta : Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pentingnya percepatan skrining dan surveilans kusta guna menekan jumlah kasus di Indonesia. Ia menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan kasus kusta terbanyak ketiga di dunia setelah India dan Brazil.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, beberapa tahun lalu jumlah kasus kusta di Indonesia mencapai sekitar 16 ribu kasus. Seperti halnya Tuberkulosis, kata Menkes, Indonesia kerap menempati peringkat tinggi dalam penyakit menular sehingga diperlukan strategi deteksi dini.
“Kuncinya itu skrining dan surveilans. Saya sudah masukkan skrining kusta ke dalam program CKG (Cek Kesehatan Gratis),” kata Budi Gunadi Sadikin saat memberikan sambutan dalam Acara Peringatan Hari Kusta Sedunia di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia mengatakan masih banyak masyarakat yang enggan melakukan skrining karena stigma terhadap kusta masih kuat. Menurut Budi, sebagian masyarakat masih menganggap kusta sebagai kutukan.
“Padahal sebenarnya penyebabnya sudah jelas, mirip dengan TBC. Ini disebabkan bakteri Mycobacterium leprae,” ujarnya.
Budi menambahkan, stigma juga membuat sebagian daerah enggan melaporkan kasus kusta. Untuk mendorong penemuan kasus lebih banyak, Kemenkes akan memberikan penghargaan bagi wilayah yang berhasil menemukan kasus terbanyak.
“Temukan sebanyak-banyaknya supaya bisa cepat diobati. Pengobatannya relatif singkat, sekitar enam bulan,” kata Budi.
Selain itu, Kemenkes juga akan memperkuat surveilans di wilayah Indonesia bagian timur dengan teknologi genome sequencing. Kementerian Kesehatan memperkuat surveilans kusta di Indonesia timur untuk mengantisipasi reaksi obat Dapsone yang memicu Dapsone Hypersensitivity Syndrome.
“Kalau ada yang sensitif terhadap dapsone, paket obatnya harus diganti. Karena bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalusia menyebut program CKG kini menambah skrining Scabies, Kusta dan Frambusia. Ia mengatakan penambahan tersebut dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ditemukan di masyarakat.
“Ada beberapa penambahan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan pola penyakit yang ada dan juga temuannya. Karena itu, ada penambahan pemeriksaan untuk scabies, kusta, dan frambusia,” kata Lucia Rizka Andalusia.